Ternyata Kapal Nadia Jelita Bawa BBM Tujuan Pontianak
BINTAN, SuaraKepri.com – Dari keterangan Kepala Desa Pangkil, Bintan, Yahya mengatakan kapal kayu terbakar itu jenis kapal kargo yang terbakar itu sebelumnya berlayar dari Batam.
“Terbakarnya pada pukul 23.00 Wib, setelah sampai di perairan depan pulau Pangkil, kapal tersebut lalu berdempetan dengan kapal mini tanker SPOB KM. Nadea Juwita dengan maksud menyedot minyak dari lambung kapal tanker itu,” ujarnya.
Saat melakukan penyedotan itu, muncul percikan api hingga kapal kayu kargo itu terbakar. “Para ABK kapal baik dari kapal kargo dan kapal SPOB Nadea Juwita sibuk memadamkan api, hingga beberapa jam. Tapi api sulit dijinakkan hingga kapal itu habis terbakar dan tenggelam,” jelasnya.
Beberapa ABK yang ada didua kapal itu, dari keterangan Yahya sibuk terjun ke laut untuk menyelamatkan diri. “Karena kapal Nadea Juwita juga sempat tersambar api karena angin kencang,” ungkapnya.
Yang ‘dikencing’kan itu minyak premium atau bensin dari Pertamina. “Setelah kecing, kapal kayu itu terbakar. Pokoknya kapal itu terbakar habis, tak ada sisa lagi. Nama kapalnya tak bisa saya catat. Karena kapal ini tenggelam setelah terbakar,” ungkapnya lagi.
Sementara itu Operation Head (OH) TBBM Pertamina Tanjunguban, Guntur Mawengkang, membenarkan kapal tanker Jelita Nadia berdasarkan data pihaknya mengisi minyak jenis Premium di TTBM Pertamina Tanjung Uban.,
“Sudah melakukan pengisian BBM dan sudah berangkat dan menuju Pontianak Kalimantan Barat. Baru kemarin mereka mengisinya, kita sewa untuk disuplaikan ke daerah lainnya.,” ujarnya.
Setelah melakukan pengisian, lanjutnya kalau kapal tanker tersebut ‘kencing’ dan mengakibatkan kapal yang disuplai secara ilegal terbakar, itu jelas menjadi tanggung jawab dari pemilik kapal, karena sudah di luar Pertamina.
“Jika melakukan penyimpangan itu sudah menjadi tanggung jawab dari transporter dan pemilik kapal atau di luar kewenangan Pertamina. Tetapi tetap kita pertanyakan untuk tanggung jawab mereka apakah Premiun yang dibawa sampai ke daerah tujuan atau tidak dengan kapasitas yang sama,” ungkapnya.
Kapal Nadia Julita ternyata diketahui melakukan pengisian di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Tanjunguban dengan muatan premium sebanyak 2.860 kiloliter dan Pertamax plus 536 kiloliter.
[sk]





Comment