banner 728x250

Inilah Kronologi Kasi Pidum Kejari Karimun Tertangkap Mesum

  • Share
Oknum Jaksa yang menjabat Kasi Pidum Kejari Karimun saat digiring dan diamankan oleh pihak kepolisia. | F. HaloKarimun
Warga saat akan mengerebek Oknum Jaksa diduga berbuat mesum dirumahnya. | HaloKarimun
Warga saat akan mengerebek Oknum Jaksa diduga berbuat mesum dirumahnya. | HaloKarimun

KARIMUN, SuaraKepri.com – Inilah korologis penangkapam Leo Rinanto Haribuwono yang merupakan Kepala Seksi Pidana Umum di Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Berawal dari keresahan warga yang melihat dia membawa wanita kerumah kontrakannya di Perumahan Sidorejo Indah Blok G No. 10. Seusai membawa wanita tersebut dan Leo keluar pada setiap dini hari sekitar Pukul 06.00 Wib.

banner 336x280

Atas dasar inilah pada hari Jum’at tanggal 17 oktober 2014 pukul 06.00 wib, seorang warga yang tinggal bertetangga dengan rumah kontrakan Leo berhasil mengambil photo seorang wanita berjilbab mengendarai sepeda motor keluar dari rumah tersebut di antar Leo sampai di depan pintu rumah saja.

Kejadian Jaksa Leo yang membawa perempuan kerumahnya malam hari dan keluar dari rumahnya pagi hari sekitar jam 05.00 – 06.00 wib sudah berlangsung kurang lebih enam bulan lamanya.

Tanpa pemberitahuan dan izin dari RT dan RW setempat, karena sering kelihatan seperti ini yang berulang-ulang, warga jadi penasaran dan menanyakan persoalan ini kepada Ketua RT.04/RW.03 setempat, Rido Haryono.

“Saya sebagai Ketua RT tidak ada laporan terkait adanya seorang warga kepada saya, justru saya sendiri tidak tahu identitas warga (Leo, oknum Kejari Karimun) tersebut,” kata Rido.

Rido, mulai curiga dan mencoba mencari informasi ternyata yang tinggal diperumahan itu adalah seorang Jaksa, bernama Leo yang menjabat sebagai KASI PIDUM di Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun, dengan nama lengkap Leo Rinanto Haribuwono, SH, MH (Jaksa Pratama/NIP.19821223 2001121002).

Demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta untuk menjaga agar warga tidak salah dalam mengambil tindakan.

Maka Rido, memanggil Ketua Pemuda, bernama Rio serta warga berkonsolidasi memecahkan perbuatan mesum dan maksiat ini.

Selanjutnya warga memohon juga bantuan LSM (Reeclassering Indonesia) dan Media (Batam Pos dan Halo Karimun.com). Mereka pun semua sepakat untuk melakukan pengerebekan.

Dan pada Hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2014 sekitar pukul 23.00 Wib, Jaksa Leo datang kerumahnya dengan membonceng seorang wanita berjilbab lagi dengan kendaraan bermotor roda duanya dengan nomor polisi BP 2778 HK.

Setibanya diteras rumah kontrakan Jaksa Leo langsung memarkirkan sepeda motornya diteras dan membawa wanita berjilbab ini masuk kedalam rumahnya.

Sekitar jam 23.30 Wib, Ketua RT Rido, Ketua Pemuda Rio beserta warga mendatangi rumah Jaksa Leo, untuk membuktikan.

Setibanya di rumah Jaksa Leo, warga langsung memanggil Jaksa Leo, namun panggilan RT dan warga ini tidak dihiraukan oleh Jaksa Leo yang ada di dalam rumah berdua dengan pasangannya.

Kemudian Ketua RT dan Ketua Pemuda langsung naik ke reras rumah mencoba lebih dekat dan menggedor pintu rumah Jaksa Leo.

Hal serupa juga yang dialami oleh Pak RT dan anggotanya hingga berbagai usaha sudah dilakukan namun sis-sia.

Rido selaku ketua RT kembali berkoordinasi dengan pemuda dan warga tindakan apa yang harus dilakukan. Dari hasil mufakat ini Pak RT merantai dan menggembok pintu rumah Jaksa Leo agar tidak kabur.

Hampir dua jam, Ketua RT beserta warga menunggu, tiba-tiba datang gerombolan pemuda berpakaian preman dari sudut jalan berjalan mengarah ke rumah Jaksa Leo atau tempat beradanya Ketua RT dan warga.

Sesampainya gerombolan ini langsung menyapa warga, “ada masalah apa ini pak,” tanya salah satu orang tersebut.

“Di dalam rumah ini ada pasangan diluar nikah lagi berbuat mesum dan tidak pernah melapor kepada saya,” tegas Rido selaku Ketua RT.

Selanjutnya Rido juga menerangkan bahwa ini adalah laporan warga yang juga menyatakan bahwa orang (Jaksa Leo) yang tinggal didalam rumah ini selalu membawa wanita juga anak perempuan yang masih sekolah,” terang Ridho.

“Baiklah Pak, kami dari Polres Karimun, biar kami tindak lanjuti pak,” lanjut salah satu polisi yang mengaku dari Polres Karimun tersebut.

“Sebenarnya kami tidak mengapa-apakan dia, cuma ingin mengasih tahu saja secara baik-baik, tetapi Jaksa Leo tidak mau keluar. Kalau dia mau keluar, tidak sampai terjadi seperti begini, warga semua keluar dan suasana diperumahan ini kan menjadi heboh” timpal ketua Pemuda setempat, Rio.

Tidak lama kemudian datanglah mobil patrol Polres Karimun, mereka langsung berkoordinasi bersama warga dan akhirnya Pak RT membuka kembali pintu yang digembok dan dirantai tadi.
Selanjutnya polisi bergegas menghampiri pintu rumah Jaksa Leoyang diduga berbuat mesum.

Akhirnya benar mereka berduaan keluar dengan dikawal pihak kepolisian untuk menghindari amukan warga, dua sejoli pasangan maksiat ini keluar bagaikan teroris dengan kondisi wajah tertutup.

Jaksa Leo sempat di bidik kamera wartawan Halo Karimun (Juliansyah) dan wartawan Batam Pos (Tri Hariono) dan dicoba dihalangi oleh salah satu pemuda berkulit putih berkaca mata yang merupakan kerabat kerja Jaksa Leo di Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun.

“Tolong jangan difoto,” ujarnya sambil menghardik awak media dengan menepis kamera milik Tri Hariono, dengan nada kesal kepada wartawan dan mereka berusaha untuk menghalangi tugas wartawan.

“Diduga orang-orang ini adalah teman-temannya Jaksa Leo yang sengaja disuruh datang untuk membantu,” ujar warga.

Kemudian dua sejoli tukang maksiat ini, dibawa ke Polsek Balai Karimun dan Ketua RT bersama Ketua pemuda diajak oleh oknum polisi untuk diminta keterangan. (HK)

[sk]

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *