Lingga  

Pemkab Lingga Segel Tongkang SPBB Sungai Buluh, Diduga BBM Milik PLN

Lingga, SuaraKepri.com – Wakil Bupati Lingga, Niko Wesha Pawelloy bersama Asisten II Pemerintah Kabupaten Lingga Yusrizal saat melakukan sidak di SPBB Desa Sungai Buluh Milik PT. Sinar Singkep Sejahtera menemukan BBM jenis solar yang diduga minyak ilegal.

Atas temuan BBM solar di salah satu tongkang milik PT.Sinar Singkep Sejahtera, Asisten II Pemkab Lingga itu dengan di dampingi oleh APH langsung menyegel kunci tongkang tersebut.

banner 336x280

“Bukan di police line, cuman kuncinya saja kita segel, sebab waktu saya di sana tadi tidak ada police line, dan iya memang ada di temukan, tapi apakah itu minyak PLN atau minyak apa, biar nanti polisi yang ngecek, intinya sudah di ambil kuncinya lalu kita segel,” kata Yusrizal kepada SuaraKepri.com.

Ia juga meminta kepada pihak APH khususnya Polsek Singkep Barat, Polres Lingga untuk segera mencari tahu dan mengecek keperuntukan BBM tersebut untuk apa, dan milik siapa, agar pengungkapan ini dapat segera terang benderang.

“Dan terkait BBM apa ini, sampai saat ini masih di telusuri, biar di serahkan ke pihak Polsek dan pihak Polres untuk apa minyak tadi, apakah minyak subsidi atau minyak PLN,” ucapnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi pihak SPBB Sungai Buluh atau pemilik tongkang PT.Sinar Singkep Sejahtera Edi Gibson, membantah jika minyak yang di temukan itu minyak ilegal, sebab menurut dia BBM tersebut merupakan milik PT. PLN.

“Minyak yang ada itukan, dan tongkang itukan satu satunya milik pelayaran PT. Pertamina Singkep yang mengangkut transportir yang mengangkut PT.PLN yang di antar ke pulau pulau, Jadi kemarinkan baru masuk 400 ratus ton lebih sedangkan minyak PLN kan di antarnya per 5 ton per 5 ton jadi kita tak ready dulu,” kata Edi Gibson saat dikonfirmasi via sululer.

Adapun kenapa minyak sebanyak itu tidak di angkut lansung ke PLN, menurut dia kapasitas bangker yang dimiliki PLN tidak lah besar, bahkan juga PLN saat akan melakukan loading hanya bisa mengangkut sebanyak per mobil tangki 5 ton saja.

“Nah biasanya kan tongkang yang biasa ngangkut itu mau berangkat lagi, jadi dua dua punya kita itu untuk pangker untuk ngangkut, karna kita ngangkutnya per mobil tangki 5 ton karna tengki nya kecil tak bisa banyak,” jelas Edi kembali.

Sementara itu, saat ini SPBB Sungai Buluh menurut dia sudah menerima DO baru dari PT.PLN sebanyak 400 ratus ton, sedangkan lagi jelas dia minyak yang masih ready belum semuanya diangkut oleh PLN.

“Kemudian Do nya pun ada yang baru masuk 400 ratus ton lebih, karena itu minyak dia pun masih ada kita harus berangkat lagi untuk ambil, jadi di pindahin lagi lah ke tongkang satu lagi dan dua dua milik pelayaran transportasi PT.Sinar Singkep Sejahtera,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan nya, tongkang pelayaran milik PT.Sinar Singkep Sejahtera tersebut hanya menerima jasa angkut BBM saja dari PT. PLN.

“Dan minyak itu milik PLN dan saya ngambil jasa angkutnya saja, untuk di antar ke pulau pulau ke dabo, kemudian kebetulan di Dabo kan tengki nya pada kecil, sementara kita titipin di tengki satu lagi, yang kita punya juga dan tongkang itu bukan tidak di gunakan, tapi untuk sementara di pijam dulu oleh PLN,” pungkasnya.

Penulis : Febrian S.r

Comment