Natuna  

Ketua DPD KNPI Natuna Menyayangkan Kericuhan di Musda KNPI versi caretaker Kepri

Natuna, SuaraKepri.com – Haryadi selaku Ketua DPD KNPI Kabupaten Natuna memberikan komentar dan tanggapan mengenai permasalahan yang terjadi pada 13 Maret 2022, di Tanjungpinang.

Dimana pada tanggal tersebut, telah terjadi kericuhan dimana KNPI kembali tercoreng.

banner 336x280

Melalui ponsel seluler pada petang Senin (14/03/2022), Haryadi mengatakan Keharmonisan yang sudah ada menjadi tercoreng karena adanya pembentukan kubu-kubu baru khususnya KNPI di Kepri.

“Inilah salah satu satu contoh penyebab negara kita sulit untuk merdeka dahulunya sehingga susah untuk meraih kemerdekaan, karena pemuda dan masyarakat kita tidak pernah kompak dan selalu terkotak-kotak,” tegasnya.

“Tiap individu mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya saja, sehingga kepentingan umum jadi tersingkirkan. Karena sangat tinggi keinginan meloloskan kepentingan pribadinya tersebut, terkadang aturan hukum pun sengaja dilanggar atau dicari celahnya agar bisa diterobos,” sambungnya.

Haryadi selaku ketua DPD KNPI Kabupaten Natuna juga menyampaikan Ini kiasan yang ada di Kepri saat ini, khususnya menyangkut KNPI. Pemuda Kepri akan sulit berkembang dan maju bila ada individu atau kelompok tertentu memecah belahkan KNPI itu sendiri karena mengejar kepentingan pribadi.

“Ini adalah contoh tidak baik yang dipertunjukkan kepada generasi muda Kepri. Seharusnya bukan contoh perpecahan yang dipertontonkan kepada khalayak, namun contoh kekompakan yang menghiasi pemuda Kepri,” tegasnya lagi.

Saat ini Haryadi sebagi ketua DPD KNPI Kabupaten Natuna di Bawah kepemimpinan Ketua Banjar Ahmad selaku ketua KNPI Provinsi Kepulauan Riau juga menyampaikan klarifikasi atau penyampaian tanggapan dari ketua Banjar Ahmad dengan apa yang terjadi.

Perlu Adanya diklarifikasi terkait dengan penolakan musda KNPI Versi Caretaker Provinsi Kepulauan Riau di Batam dan Penolakan Pelantikan KNPI Versi Caretaker di Kota Tanjungpinang, yang sekarang dijadikan oknum tertentu sebagai bola liar seolah-olah bahwa penolakan Musda KNPI itu adalah upaya pemaksaan kehendak oleh orang tertentu di Kepngurusan KNPI untuk membubarkan KNPI yang berjalan Versi Caretaker.

“Mari kita buka kronologisnya biar yang berada diluar kepengurusan KNPI itu memahami terkait dengan kenapa bisa terjadi hal-hal semacam ini di dalam kubu organisasi Kepemudaan,” ungkap Banjar Ahmad.

  1. Perlu di ketahui Bahwa Banjar Ahmad adalah Ketua Terpilih Hasil MUSDA II KNPI Provinsi Kepri, merupakan Ketua KNPI Kepri Versi Noerfajriansyah selaku KETUM DPP KNPI yang Memiliki Legitimasi Berupa SK Kemenkumham, Sehingga sah secara hukum.
  2. Karena terjadi Perpecahan KNPI di Pusat Maka kepengurusan KNPI Kepri yang dikomandai oleh Banjar Ahmad, sebisa mungkin berupaya agar di Kepri hanya ada satu KNPI agar tidak terjadi perpecahan sampai ditingkat Kab/Kota. Namun seiring berjalannya waktu pihak KNPI caretaker melaksanakan Pelaksanaan Musda Dengan Dalih bahwa versi yang berbeda namun dalam teknis pelaksanaan tetap melanjutkan Musda III yang seharusnya kalau berbeda mereka harus melaksanakan Musda I, Ini salah satu hal yang memicu kenapa MUSDA Versi Caretaker Di tolak di Golden Prown.
  3. Sebelum Pelaksanaan Musda KNPI Versi Caretaker di Golden Prawn, sudah ada pertemuan yang di fasilitasi Oleh Kasat Intel Kota Batam dan beberapa kepengurusan KNPI versi Caretaker dihadiri oleh Dewi socowati, yang mana kesepakatannya tidak ada Musda Di Golden Prawn Melainkan SILATURAHMI/PERTEMUAN PEMUDA KERPI, Namun hasil pertemuan ini tidak di indahkan dan KNPI Versi Caretaker tetap melaksanakan musda yang mana Musda Yang mereka Lakukan Adalah Musda III padahal mereka adalah kepengurusan KNPI Versi Berbeda Dengan kepengurusan Banjar Ahmad. Jika mereka merasa ini berbeda Seharusnya yang mereka lakukan Adalah Musda I bukan Musda III. Namun mereka tetap kekeh bahwa pelaksanaan musda mereka adalah Musda III maka secara Otomatis mereka Mengkudeta Kepengurusan Sebelumnya yang SK masih aktif. Maka ini sudah jelas-jelas ada upaya yang dilakukan oleh oknum caretaker untuk sengaja memicu konflik di kubu kepemudaan padahal irisannya Berbeda.
  4. Dalam proses Pelaksanaan Musda KNPI Caretaker terjadi Deadlock dan di fasilitasi pertemua antar Haris Pertama (Pimpinan Dewi) dan Banjar Ahmad terkait redaksional Musda I dan III namun Haris Pratama Tetap ingin melaksanakan Musda III sehingga tidak Terjadi titik Temu antara Kedua belah Pihak.
  5. Kemudian pada tgl 13 Maret 2022 KNPI Versi Caretaker melaksanakan Pelantikan Di Hotel Aston Kota Tanjungpinang. Dan beberapa hari sebelum Pelantikan sudah Ditolak oleh KNPI Kota Tanjungpinang yang pimpin Oleh Arie Sunandar Selaku Ketua yang merupakan hasil Musda irisan Banjar Ahmad. Melalui beberapa media Online sudah menyampaikan penolakan dan sudah berkoordinasi dengan polresta Tanjungpinang, Namun versi caretaker bukan malah menahan diri tetapi tetap memaksakan pelaksanaan Pelantikan di Hotel Aston tentunya mendapat Penolakan KNPI Kota Tanjungpinang yang akhirnya berujung pada dinamika kepemudaan yang berjalan saat ini.
  6. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini kepengurusan KNPI di Kab/Kota Yang ada di Provinsi Kepri adalah Kepegurusan KNPI Versi Banjar Ahmad. Dan selama ini berjalan dengan baik tanpa ada perpecahan
  7. DPD KNPI Provinsi Kepri mengecam pernyataan Haris Pertama di media yang menyatakan bahwa ada premanisme dalam Penolakan Pelantikan Tersebut tidak betul karena Penolakan tersebut dilakukan oleh pengurus Aktif KNPI Kota Tanjungpinang
  8. Dengan adanya Pelaksanaan Musda KNPI Caretaker Tentunya berimplikasi Kepada Pecahnya KNPI Di Kab/Kota. Padahal selama ini kepengurusan KNPI berjalan sebagaimana mestinya. Setelah versi Caretaker memaksakan Musda III Di Golden Prawn, seharusnya Musda I, hal ini memicu konflik kepemudaan di Kab/ Kota. Karena otomatis Kab/Kota Akan terbelah menjadi dua.

“Demikian Beberapa Alasan Dan Kronologis yang membuat kenapa terjadi penolakan terhadap KNPI Versi Caretaker di Kota Batam dan Pelantikan di Kota Tanjungpinang karena ada upaya memaksakan kehendak yang keluar dari hasil fasilitasi, Sekian dan Terima Kasih,” tutup ketua KNPI provinsi Kepulauan Riau.

Penulis : Nuzur

Comment