Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Berpotensi Terjadi Suap Menyuap, Pemprov Kepri Tetap Adakan TKB

358
×

Berpotensi Terjadi Suap Menyuap, Pemprov Kepri Tetap Adakan TKB

Sebarkan artikel ini
Robert Iwan Loriaux

Sekitar 3000an Pelamar CPNS Lulus Verifikasi Administrasi

TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Pemerintah Provinsi Kepri berencana akan tetap adakan Test Kemampuan Bidang (TKB) dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Kepri tahun 2014. Karena TKB ini merupakan kententuan dari kementerian PAN dan RB.

Hal ini diutarakan Sekda Pemprov Kepri, Robert Iwan Loriux kepada wartawan, pada hari Rabu (22/10). Pengumuman hasil verifikasi berkas tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kepri rencananya akan diumumkan pada hari Senin, tanggal 27 Oktober ini secara serentak. Namun, saat ini, panitia seleksi (Pansel) provinsi Kepri sudah memiliki nama-nama pelamar yang dinyatakan lulus verifikasi berkas.

Kata Robert, pihaknya sendiri belum mau membocorkan berapa sebenarnya jumlah para pelamar yang dinyatakan lulus. Dia hanya mengatakan, sekitar 3000-an pelamar dipastikan akan lulus verifikasi setelah Pansel memverifikasi 5.426 berkas yang masuk.

“Diperkirakan 3000-an lulus administrasi. Tapi jumlah pastinya saya belum bisa sebutkan sekarang. Nanti semuanya diumumkan pada hari Senin,” ujar Robert.

Robert kemudian menambahkan, setelah hasil verifikasi diumumkan, para pelamar yang dinyatakan lulus akan mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) yang mulai digelar pada Sabtu (15/11) mendatang. Durasi waktu penyelenggaraan TKD ini akan berlangsung paling lama 15 hari.

Terkait TKD, Abdul Malik, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menitipkan pesan khusus kepada para pelamar yang lulus verifikasi berkas. Dia mengingatkan mereka untuk berusaha sekuat tenaga agar bisa lulus dari TKD. Sebab, TKD tersebut adalah kunci dari proses selanjutnya.

“Pokoknya itu, intinya terletak pada TKD. Kalau TKD sudah dinyatakan lulus maka peserta tes itu bisa mengikuti proses tes pada tahap selanjutnya,” tegas Malik ketika dimintai tanggapan.

Dia menjelaskan, untuk bisa lulus dari TKD, seorang peserta harus bisa meraih nilai minimal 270 dari soal-soal yang diberikan dalam computer assisted test (CAT). Namun, jika nilai yang dicapai justru berada di bawah 270 maka peserta yang bersangkutan sebenarnya sudah harus mengetahui bahwa dirinya sudah tidak lulus pada tahap tersebut.

“Kalau dia bisa kerjakan soal dengan baik dan bisa kumpulkan nilai minimal 270 maka dia bisa lulus. Jika nilainya lebih tinggi, justru lebih baik lagi. Tapi kalau nilainya ada di bawah itu maka jangan harap dia lulus,” timpal Malik lagi.

Kendatipun dianjurkan untuk harus berusaha lulus pada tahap TKD, para peserta tes tidak lalu berharap bakal lulus secara otomatis dalam tahap Tes Kompetensi Bidang (TKB). Robert menilai, TKB sendiri justru menjadi tahap yang paling menentukan dalam kelulusan seorang peserta tes CPNS. Sebab, pada saat itu, kepribadian dan mental seorang peserta tes justru diketahui secara nyata.

“Belum tentu oramg yamg lulus di TKB itu orang terbaik. Kalau hanya dilihat dari ujian tertulis saja, maka itu bisa dikelabui. Tapi kepribadian, integritas dan mentalitasnya justru tidak diketahu. Kalau dia masuk tahap wawancara atau TKB, baru semua sifat aslinya akan tampak,” ungkap Robert.

“Makanya, jangan berpikir negatif tentang TKB. Karena dalam TKB itu ada peluang ‘permainan’ maka TKB perlu ditiadakan. Apa permainan? TKB harus tetap diadakan. Semua tahap harus dijalankan, sama seperti di kabupaten/kota,” jelasnya.

 

TKB ini, menurut Robert akan dilakukan oleh tim independen dari perguruan tinggi? Kalau tes itu  sendiri akan diadakan oleh Pemprov Kepri.

“Maka kalian bisa curigai saya. Nah, ini digelar oleh tim independen yang selalu mau jaga kepercayaan orang. Tak ada yang berani ambil risiko ‘bermain’. Jangan coba-coba berani tawarkan diri untuk urus CPNS. Kalau ada yang berani tawarkan diri berarti dia hebat,” timpal Sekdaprov Kepri menanggapi adanya wacara tentang TKB ditiadakan karena berpotensi adanya upaya praktek suap menyuap.

[sk]

Comment