TANJUNGPINANG , SuaraKepri.com – Pangkalan Angkatan TNI Udara (Lanud) Tanjungpinang resmi menyerahkan barang tangkapan hasil penyeludupan sebanyak 79, di markas komando (Mako) Lanud, Batu 12, pada hari Kamis (20/11).
Adapun 79 barang antic itu terdiri ddari 18 jenis diantaranya berupa piring dan gelas kecil (Sloki) asal Jepang yang berbentuk keramik, yang diserahkan kepada Negara melalui Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Komandan Lanud Tanjungpinang, Letkol I Ketut Wahyu Wijaya mengatakan warga Tanjungpinang tentunya akan melestarikan benda-benda Cagar Budaya mengingat benda tersebut bersejarah.
Tentunya, bagi Ketut, iIni menunjukan betapa pentingnya sejarah dan harapan kedepan yang menjadi momentum pelestarian cagar budaya.
“Harapan saya benda cagar budaya yang kami serahkan ke Negara melalui Pemerintah Kota Tanjungpinang semoga menjadi bentuk betapa pentingnya melestarikan Cagar Budaya,” paparnya.
Ketut sendiri, eggan memaparkan kronologis dari hasil tangkapan benda cagar budaya tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH yang langsung hadir dalam penyerahan ini, mengatakan dengan ini kami dapat menyelamatkan benda-benda cagar budaya dan mengaksperiasi setinggi-tinggi nya kepada pihak Lanudal Lantamal IV.
Tentunya Kota Tanjungpinang yang juga memiliki daerah kepulauan, masih banyak barang-barang yang bersejarah dan ini adalah bukti untuk melestarikan cagar budaya.
“Untuk para kolektor dan seluruh masyarakat yang ada menyimpan barang purba kala diharapkan untuk dilestarikan dan jika perlu diserahkan kepada Dinas terkait untuk selanjutnya mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita semua,” pintanya.
Terkait pengkajian barang cagar budaya itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang, Juramadi Ekstram mengingatkan kurang lebih tahun 1700 lalu, asal muasal benda cagar budaya itu dari Jepang dan yang akan dipasarkan ke Cina.
“Untuk itu benda ini akan di museumkan. Terlebih dahulu, kita akan berkoordinasi ke pusat mengenai kopensasi yang mungkin akan diberikan, nanti kita publikasikan,” janjinya.
Dikatakan Lis lagi, benda bersejarah erat kaitannya dengan harkat dan martabat bangsa.
“Sudah seharusnya melestarikan benda peninggalan sejarah menjadi tanggungjawab kita semua, bukan hanya TNI saja,” papar Lis.
Apa yang dilakukan oleh Lanud Tanjungpinang, kata Lis, akan menajdi motivasi bagi Pemko Tanjungpinang beserta masyarakat untuk menjaga benda-benda bersejarah tersebut.
“Barang tersebut akan dimasukkan kita lestarikan dalam bentuk dirawat di museum Kota Tanjungpinang,” ungkapnya. (AK47)
[sk]

Comment