Tanjungpinang – Liciknya Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Tanjungpinang, begitulah yang dirasakan oleh para pelanggan bisnis yang kebanyakan merupakan pemilik rumah toko (ruko). Karena disaat perbandingan harga tarif dasar listrik (TDL) antara pelanggan bisnis dengan pelanggan rumah tangga berbanding sebesar Rp 370 perkWh. Mereka mulai dialihkan kembali ke pelanggan rumah tangga.
Sebelumnya TDL pelanggan bisnis lebih tinggi dari pelanggan rumah tangga, pemilik ruko dijadikan pelanggan bisnis oleh PLN Tanjungpinang. Disaat TDL telah terbalik, kini mereka berupaya untuk melakukan survey sekaligus ingin mengganti kembali pelanggan bisnis ke pelanggan rumah tangga.
“Dulu kami tidak diizinkan untuk menggunakan dua meteran, harus satu meteran pelanggan bisnis. Kini kami diperbolehkan menggunakan dua meteran yang ditempat usaha meteran bisnis, dan apabila memiliki lantai dua sebagai tempat tinggal, diharuskan menggunakan meteran rumah tangga,” ujar Yanto salah seorang pemilik ruko di jalan Gambir pada hari Sabtu (01/04).
Saking kesalnya, Yanto pun merasakan PLN Tanjungpinang seperti licik dengan cara seperti itu. “Kita pasti menilai bahwa mereka tidak mau rugi, maunya untung mereka saja. Sementara pelayanan dan sekarang listrik sering padam-padam lagi,” geramnya.
Pada tahun 2017 ini, TDL pelanggan rumah tangga sebesar Rp 1470 perkwh dan TDL pelanggan bisnis sebesar Rp 1100 perkwh. Pelanggan bisnis dari pemilik ruko dari kapasitas meteran dengan daya 1300 Va hingga 5500 Va, apabila lebih akan disamakan tarifnya dengan rumah tangga.
Kepala PLN Area Tanjungpinang, Armunanto saat dihubungi melalui ponsel tidak mengangkat, bahkan saat dikonfirmasi terkait hal ini pun tidak membalas.
Sementara itu Humas PLN Tanjungpinang, Musril mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui perihal tersebut, ia bahkan menganjurkan mencatat petugas yang melakukan tindakan diluar aturan PLN.
“Nanti catat saja nama petugas dan atau foto orang yang melakukan hal tersebut. Dan segera laporkan dan adukan ke kami,” ungkapnya singkat.
[sk]







Comment