Example floating
Example floating
Tanjungpinang

Portal jantungmelayu.com Diluncurkan, Detak Melayu Berkumandang

289
×

Portal jantungmelayu.com Diluncurkan, Detak Melayu Berkumandang

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang – Portal www.jantungmelayu.com, di TIC Gedung Gonggong Taman Laman Boenda Tepi Laut, Sabtu (11/3) malam akhirnya diluncurkan. Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, turut menghadiri peluncuran ini dan mengingatkan untuk melestarikan budaya melayu.

Peluncuran portal online yang akan memberi kabar dan khazanah melayu serantau itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tengku Said Arif Fadillah. Acara itu turut dihadiri, Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd, Lektor Umrah, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepri, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Direktur Jantung Melayu, serta tokoh budayawan di Provinsi Kepri.

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, mengucapkan selamat atas peresmian media berbasis online di Tanjungpinang Provinsi Kepri ini. Dengan hadirnya portal www.jantungmelayu.com bisa menjadi media yang mampu menggugah kembali nilai-nilai khazanah budaya Melayu yang ada di provinsi kepri maupun serantauan.

“Selamat atas peluncuran portal ini, semoga informasi yang diberikan mampu melestarikan dan menjaga adat istiadat dan budaya Melayu di Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri,” ucap Lis.

Melalui media ini, kata Lis, segala informasi mengenai adat istiadat dan budaya Melayu, baik itu adat cara berpakaian, adat acara tepuk tepung tawar, berinai, dan hal-hal kekayaan tradisonal lainnya akan mudah di akses oleh masyarakat.

Dengan demikian, mereka yang tahu namun tak paham akan tata caranya dapat kembali pada tatanan adat istiadat yang benar.

Saat ini, lanjut Lis, pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya melestarikan adat istiadat dan budaya Melayu, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan tata cara berpakaian pada hari Jum’at yang mewajibkan para ASN mengenakan pakaian Melayu lengkap memakai tanjak.

Namun, ketika surat edaran sudah kita keluarkan dan menerapkan beberapa minggu, kenapa baru muncul pendapat bahwa pemakaian tanjak ada etika sesuai jabatannya, hal-hal inilah yang seharusnya perlu dipelajari kembali agar kita sama-sama paham akan adat istiadat dan budaya yang sebenarnya.

“Tanpa kita sadari, sudah banyak kita meninggalkan adat istiadat sendiri, menjaga dan melestarikannya sudah menjadi tanggungjawab kita bersama. Sebagai anak Melayu, dirinya punya tanggungjawab untuk melestarikan adat istiadat dan budaya yang kita miliki di kota ini,” pungkasnya.

Dikesempatan itu Lis sempat sharing pemikiran, untuk menanamkan sejarah kedalam pikiran anak-anak, kita perlu melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman anak-anak saat ini, misalnya sebuah gambaran sejarah pulau penyengat disajikan dalam bentuk komik dengan alur cerita dan gambar yang menarik, tentu alur ceritanya akan mudah diingat oleh anak-anak.

Pemikiran ini timbul, ketika saya ke sekolah dan bertanya kepada mereka, kalau sejarah pulau penyengat hanya ada Masjid dan makam saja, tetapi tidak memahami sejarahnya.

“Karena itulah, ia berharap media ini bisa menjadi inspirasi mengembalikan sejarah, adat istiadat dan budaya Melayu ke dalam roh masyarakat kota Tanjungpinang dan provinsi Kepri. Bangsa Melayu adalah bangsa yang besar yang memiliki derajat yang cukup tinggi yang sudah ada sejak zaman dahulu,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, mengatakan kehadiran portal ini sangat di tunggu-tunggu masyarakat, terutama bagi generasi yang akan datang. Melalui portal ini anak-anak melayu bisa mendapatkan informasi mengenai adat istiadat dan budaya agar mereka tau yang sebenarnya jati diri seorang anak Melayu, inilah yang tak boleh hilang sebagai anak Melayu.

“Melayu adalah bangsa yang besar dan Melayu itu adalah Islam. Melalui portal ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda dan kita semua untuk bertanya, bagaimana tingkah laku, adat istiadat dan budaya Melayu yang benar,” ujar Arif.

Melalui portal ini visi Provinsi Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu dapat terwujud, untuk itu, Arif mengungkapkan rasa bangganya keoada seluruh tim www.jantungmelayu.com, yang mencintai khazanah budaya Melayu.

“Mudah-mudahan portal menjadi jantung nya Melayu yang mampu menjawab tantangan generasi muda kita di era globalisasi saat ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jembia Emas, Rida K. Liamsi, mengatakan portal ini kita sajikan dalam bentuk pustaka digital yang menyajikan sejarah, adat istiadat dan budaya Melayu serantau.

“Saya ingin orang-orang bisa melihat kekayaan adat istiadat budaya melayu. Sesuai namanaya jantung melayu, sepanjang jantung itu berdetak Melayu tak akan hilang di bumi,” tutur Ceo RiauPos Grup tersebut.

Diakhir acara, Walikota, Wakil Walikota, dan Sekda Provinsi Kepri menerima cinderamata yang diserahkan langsung oleh Rida K. Liamsi.

Dikesempatan itu juga, Ramon Damora selaku Direktur Jantung Melayu menyumbangkan buku ke perpustakaan provinsi kepri dan kota Tanjungpinang yang diterima langsung oleh Sekda Provinsi Kepri dan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang.

[sk]

Comment