
Festival Pulau Penyengat (FPP) resmi dibuka Sabtu (20/2/2016) di Balai Adat Pulau Penyengat. Pembukaan festival tersebut ditandai dengan pemukulan marawis oleh Deputi Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata Esti Reko Astuti,Plh Sekda Kepri Reni Yusneli, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Dalam sambutannya Deputi Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esti Reko Astuti mengatakan Tanjungpinang kepariwisataan di Tanjungpinang masih sangat potensial untuk dikembangkan. Karena selain menyimpan sejarah dan budaya, alamnya juga sangat memesona.
“Penyengat ini salah satu yang akan kita angkat. Tidak hanya festival tahunan. Ini kita masukkan kalender pariwisata yang dari Kepri. Karena banyak nilai pariwisatanya baik budaya alam sampai buatan,” katanya.
Namun menurutnya yang terpenting adalah promosi. Sebaik apapun potensi pariwisata yang kita miliki kalau tidak diperomosikan tidak berati. Mempromosikan harus sama-sama.
“Kita perlu kereatifitas dan inovasi untuk kita promosikan kepada wisatawan. Dampaknya tentu untuk masyarakat,” katanya.
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Reni Yusneli mewakili Gubernur Kepri mengatakan mendukung sepenuhnya pengembangan pariwisata. Bahkan menurutnya pemerintah masih perlu mengeksploitasi tempat-tempat pariwisata lain untuk mendatangkan wisatawan baru.
Sementara itu Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meminta dukungan semua pihak agar pengembangan pariwisata khususnya Pulau Penyengat dapat berhasil. Karena menurutnya, tanpa dukungan dari berbagai elemen termasuk masyarakat, pengembangan tidak akan berhasil.
“Sehingga iven ini benar-benar menjadi iven nasional yang dilaksanakan setiap tahun,” katanya.
Foto dan Narasi : Harris
[su_carousel source=”media: 18474,18475,18476,18477,18478,18479,18480,18481,18481,18482,18483″]
[sk]










Comment