Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Semarak lomba gerak jalan 17 Kilometer Tri Juang HUT Kemerdekaan RI Ke-78 harus tercederai aksi baku hantam antara dua tim peserta. Pertikaian dua tim ini beredar dalam bentuk video, dimana lokasi perkelahian itu terjadi di Jalan Basuki Rahmad, depan kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, pada hari Minggu (13/08).
Kedua tim itu diketahui berdasarkan informasi diterima, diduga merupakan tim gerak jalan dari pemuda Tanjung Unggat (baju hitam) dan tim dari pemuda Lorong Ciku, Jalan Soekarno Hatta (baju putih). Video perkelahian ini pun viral di media sosial Instagram dan beredar di WhatsApp Group.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Effendi sebagai penyelenggara atas nama pemerintah kota Tanjungpinang mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. “Saya baru tahu info itu. Dimana lokasinya. Nanti kami telusuri dulu informasinya,” ujar Effendi saat dikonfirmasi.
Effendi langsung mengecek kepada panitia dan tim penjurian yang bertugas di lapangan. “Saya cari informasi dari tim juri. Nanti saya akan sampaikan dari tim mana yang bertikai,” ucapnya.
Ia menegaskan, jika kejadian itu terjadi, maka kedua tim tersebut akan didiskualifikasi dan tidak boleh lagi mengikuti event tersebut. “Pasti akan kita diskualifikasi. Kita juga belum tau kronologinya gimana. Kalau bener bertikai, maka akan kita kasih sanksi,” ungkapnya.
Dalam video perkelahian itu, terlihat aksi saling dorong dan salah satu pihak Tim dari Tanjung Unggat memukul Tim dari baju putih yang ingin mendahului. Setelah itu datang kendaraan roda dua dari arah berlawanan langsung menabrak Tim dari baju hitam, hingga salah satu pengiring dengan sepeda motor tumbang dan pingsan. (Revo)

Comment