TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Hampir sepekan lebih ini, tampak dua orang anak yang masih tergolong pelajar sedang menyapu trotoar dan jalanan di Jalan Basuki Rahmat, depan SMA N 2, setiap pagi dan sore hari.
Tanpa rasa minder dan malu, kedua anak ini tetap terus menyapu dan membersihkan jalan yang selama ini merupakan tugas dari para petugas kebersihan kota. Dengan cara berbagi tempat, kedua anak ini terus menyapu meski tersengat matahari.
Sekali-kali, pengendara dan yang melewati Jalan Basuki Rahmat mengarahkan pandangan ke dua anak tersebut. Seakan orang-orang yang menatap kedua anak tersebut sedang asyik menyapu jalan menggunakan sapu lidi, seakan bertanya dan jadi tanda tanya. Apakah Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kotanya memperkerjakan anak masih dibawah umur dan masih pelajar ?
SuaraKepri.com pun akhirnya menghampiri kedua anak tersebut. Sang adik, Ican saat ditanya mengatakan bahwa ia dan abangnya menyapu jalan tersebut untuk menggantikan sang ayah yang menjadi wasit pencak silat di Porprov Kepri.
“Kami gantikan bapak kami bang, namanya Sugeng Jatmiko yang ikut menjadi wasit pencak silat porprov Kepri di Karimun bang. Hari ini dia pulang ke Tanjungpinang,” ujarnya dengan penuh senyuman semangat dan senang, pada hari Kamis sore (16/10).
Ican sendiri mengaku saat ini ia merupakan pelajar kelas II di SMP N 3. Sementara itu abangnya, Aldi merupakan pelajar di SMK Negeri 3 dan sekarang duduk dibangku kelas II.
“Kami gantikan bapak kami hanya untuk satu minggu ini. Kami menyapunya setiap subuh hari sebelum pergi sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah,” jelasnya.
Meski harus mengorbankan waktu bermain dan istirahatnya, Ican menegaskan bahwa ia dan abangnya dengan senang ingin membantu orang tuanya. Karena berlatar belakang orang tak mampu, mereka menghapus rasa minder dan malu yang ada.
“Bapak kan kesana untuk mencari uang tambahan untuk kami (keluarga). Sebagai wasit, dia kan nanti pasti dapat honorer bang,” paparnya lagi.
Meski bapaknya telah kembali dan pulang ke Tanjungpinang, Ican pun menegaskan lagi bahwa ia dan abangnya akan suka rela mengantikan kembali bapaknya untuk menyapu jika berhalangan lagi.
“Kalau bapak sakit, kami akan senang hati gantikan dia. Kami kasihan lihat bapak harus pontang panting mencari uang untuk kebutuhan kami,” ungkap Ican lagi meneruskan menyapu jalan di depan SMP N 4.
[sk]

Comment