Mahasiswa FISIP Umrah Beraudiensi Dengan DPRD Kepri
TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com — Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri dan Pemerinah Provinsi Kepri, Kamis (7/5/2015). Audiensi ini dilaksanakan di ruang rapat komisi II DPRD Kepri di Dompak.
Pada kesempatan ini ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak Menegaskan jika APBD disusun setelah melalui berbagai penjaringan aspirasi, baik oleh DPRD melalui kegiatan reses, maupun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur saat berkunjung ke daerah-daerah. Berbagai aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam Musrenbang Daerah.
“Dalam melakukan reses dewan turun ke daerah masing-masing dimana mereka dipilih. Disana mereka melakukan penjaringan, bisa lewat kedai kopi, rumah ke rumah dan sebagainya. Makanya, di kedai kopi pun anggota Dewan itu bekerja,” kata Jumaga Nadeak kepada mahasiswa.
Jumaga Nadeak sendiri selain sebagai ketua DPRD Kepri masa jabatan 2014-2019, sekaligus sebagai ketua Badan Perencanaan Anggaran (Banggar).
Ditegaskan juga oleh ketua komisi II DPRD Kepri ING Iskandarsyah bahwasanya APBD disusun sebenarnya atas usulan atau keinginan rakyat yang kemudian akan kembali lagi kepada rakyat.
“Itulah fungsi kami di Dewan ini, yakni legislasi, bajeting dan pengawasan. Dari aspirasi masyarakat itulah yang menjadi acuan kita dalam penyusunan APBD, kemudian kita pula yang mengontrol penggunaannya. Sehingga seluruh anggaran yang sudah kita anggarkan, bisa dilaksanakan sesuai dengan yang diinginkan dan tidak disalahgunakan,” kata Iskandarsyah.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepri selaku ketua Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan jika dirinya menyambut dengan baik atas kegiatan audiensi ini.
Dikatakan Robert selama ini Pemerintah Provinsi Kepri sudah melaksanakan dana APBD dengan baik dan sesuai aturan serta selalu berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada DPRD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi legislasi, bajeting dan kontroling.
“Selain kontrol dari Dewan sebagai wakil rakyat, kita juga senang dengan adanya kontrol langsung dari masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena kedudukan kontroling itu penting. Yang penting, dalam melakukan kontrol atau demonstrasi yang biasa dilakukan oleh mahasiswa tidak ditunggangi oleh siapapun. Silahkan melakukan kontrol, karena mahasiswa yg cerdas itu yang selalu kritis,” ujar Robert.
Robert juga menambahkan jika Prioritas pelayanan umum pemerintah melalui APBD yang ada adalah mengarah keada bidang Pendidikan, kesehtaan, air minum dan listrik. (Humas DPRD Kepri)







Comment