Mori Guspian, Pimpinan Redaksi
“Meski Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang tahun 2018 masih jauh, tetapi lapisan masyarakat mulai meneropong pesta rakyat lima tahun sekali itu.”
Masing-masing partai politik secara diam-diam maupun terang-terangan mulai mempersiapkan diri, termasuk jagoannya. Lis Darmansyah dan Syahrul memang masih terhitung calon incunbent yang masih dijagokan di Pilwako nanti.
Tetapi, kedua incunbent yang kini masih menjabat, mulai dikuntit oleh para muka lama maupun baru. Deretan orang baru dalam pilwako Tanjungpinang secara terang-terangan menyatakan maju seperti Ade Angga, Ing. Iskandarsyah, Bobby Jayanto dan Andi Cori Fatahuddin.
Sementara jagoan lama, sudah mulai bermunculan di polling Pilwako Tanjungpinang berbagai media, ada Maya Suryanti, Andi Anhar Chalid, Husnizar Hood dan Rudi Chua.
Para pengamat pun ikut memberikan gambaran, Ketua Stisipol Tanjungpinang Endri Sanopaka, Dosen Stisipol Raja Dachroni hingga Dosen Umrah Suradji telah bermunculan di media cetak hingga elektronik.
Menurut Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, peluang PDIP-Golkar untuk berkoalisi di Pilkada Tanjungpinang sangat kecil.
Kekalahan di pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2015 lalu, menjadi bahan evaluasi buat dua partai politik (parpol) tersebut. Baik itu dari partai berlambang pohon beringin maupun partai berlogo kepala banteng tersebut.
”Saya mempredisikan, Golkar dan PDIP memilih jalan masing-masing,” kata Endri panggilan.
Suradji pun melihat Pilwako Tanjungpinang akan terasa seperti Pemilihan Gubernur Kepri tahun 2016 lalu. Persaingan dan ‘Perang’ politik akan amat kental terasa meski hanya skala pemerintahan tingkat 2.
Ade Angga, Ketua Partai Golkar Tanjungpinang, secara terang-terangan ikut dalam Pilwako. Tetapi ia belum memposisikan diri maju sebagai Calon Wali Kota atau hanya sekedar wakil Wali Kota.
Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga belum lama ini mengatakan, menurut hasil survei internal Partai Golkar Kepri, diantara Lis dan Syahrul, tingkat elektabilitas di tengah masyarakat justru lebih dominan diraih Syahrul.
Bahkan sebagian besar pentolan Partai Golkar di Kepri mulai mendorong Syahrul untuk maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Tanjungpinang.
“Ini fakta. Artinya, masyarakat memiliki nilai yang sangat positif kepada wakil wali kota (syahrul). Mari kita sama-sama mendoakan agar beliau (Syahrul) diberikan kesehatan diberikan kekuatan dan selalu dilindungi Allah SWT,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Syahrul mengaku saat ini belum memikirkan Pilkada Tanjungpinang. Ia belum menentukan sikap, apakah akan tetap berpasangan dengan Lis, atau siap menjadi lawannya.
“Saya masih fokus menyelesaikan tugas saya sebagi wakil wali kota sampai akhir jabatan nanti. Tunggu saja, kan pilkadanya masih lama,” katanya.
Ing. Iskandarsyah yang kini masih tercatat sebagai anggota DPRD Kepri secara terang-terangan menyatakan diri untuk ikut serta menjadi peserta Pilwako nanti. Meski bermodalkan diri dari petinggi Partai PKS Provinsi Kepri, Iskandarsyah tetap optimis menyatakan diri.
Bahkan H. Ilmar ketua Fraksi Gerindra DPRD Tanjungpinang, cukup percaya diri dalam Pilwako nanti.Kepercayaan diri Ilmar ini datang berdasarkan ajuan dari Pilkada Gubernur DKI Jakarta dimana jagoan Gerindra-PKS memenangkannya.
“Dengan adanya modal dari Pilkada Jakarta, Gerindra berkoalisi dengan PKS bisa menjadi kekuatan yang sulit diprediksi dan diperhitungkan. Apalagi adanya dukungan para ulama, bisa menjadi kekuatan besar di Pilkada nanti,” tegas Ilmar belum lama ini.
Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, S.H belum berani banyak bicara soal perhelatan akbar di kota Tanjungpinang, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang yang sudah di ambang mata.
Lis yang juga sebagai Wali Kota Tanjungpinang ini masih fokus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga Pemko Tanjungpinang. Ia tidak mau membicarakan soal apakah dirinya akan maju kembali pada Pilwako nanti.
Ada alasan tertentu yang menjadikan dirinya tidak berani bicara. Ia tidak mau kalau saja masyarakat Tanjungpinang berfikir dan terbebani jika dalam konteks sebagai Pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat bak ajang sebagai penjaringan Pilwako 2018.
“Jadi kita sekarang berfikir saja lah, berbuat, bekerja menyelesaikan tugasnya sampai selesai, nantikan masyarakat yang menilai sendiri. Mari kita ciptakan suasana politik yang kondusif,” kata Lis.
Pilkada memang selalu menjadi pesta politik yang melibatkan masyarakat yang tidak sedikit. Segala kejutan maupun peta politik bisa terjadi setiap saat, kekuatan dan segala perhitungan bisa saja berubah.
Masyarakat pun sudah mulai cerdas dan cukup berhati-hati untuk menentukan siapa pemimpin yang akan mereka pilih. Maka hasilnya pun tetap suara rakyat yang menghasilkan, siapa menjadi pemenang meski kita hanya bisa meneropong, memprediksi dan menjagokan.







Comment