Tanjungpinang – Gas Elpigi 3 Kilogram (Kg) kembali mulai langka di Kota Tanjungpinang. Kelangkaan gas bersubsidi itu sangat dirasakan oleh warga kawasan Tanjungpinang Timur.
Akibatnya warga pun mengadukan hal ini kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Minggu (3/9).
Pengaduan ini langsung dilakukannya melalui media sosial (Facebook) kepada salah satu anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar.
Chandra Musdi Warman salah satu masyarakat Tanjungpinang, mempertanyakan kepada salah satu anggota DPRD kota Tanjungpinang atas terjadinya kelangkaan gas elpigi 3 Kg.
Ia merasa kelangkaan yang tidak jelas apa penyebab kelangkaan di berbagai tempat khususnya di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kelurahan Batu 9.
“Sudah lebih tiga hari tidak mendapatkan satupun tempat penjualan gas subsidi 3 Kg,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah jangan cuma diam, dikarenakan selama ini pemerintah kurang untuk mensosialisasikan tentang pencabutan subsidi, atau ingin menghilangkan gas bersubsidi ukuran 3 Kg di Kota Tanjungpinang
“Apabila betul pemerintah ingin segera mencabut subsidi atau menghilangkan gas elpiji ukuran 3 Kg, kami minta agar pemerintah jangan minim memberikan sosialisasi pencabutan gas bersubsidi ukuran 3 Kg kepada masyarakat agar kami tidak kaget,” tegasnya.
Ia berharap juga kepada pemerintah melaksanakan penghilang gas bersubsidi dengan bertahap, jangan sekaligus agar nantinya masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga tidak kaget.
Selain itu, warga akan kalang kabut untuk menganti ukuran gas yang selama ini menjadi kebutuhan dasar rumah tangga.
“Mohon tindak lanjuti adanya kelangkaan gas elpigi 3 Kg ini oleh anggota Dewan kami,” ungkapnya. (DN)
[sk]







Comment