Tanjungpinang – Dari kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum guru bantu kepada anak muridnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 012 Bukit Bestari, mantan Kepala Sekolah (Kepsek), Almunizar akui adanya kesalahannya.
Akibatnya Polisi dan penyidik Polres Tanjungpinang kewalahan mencari informasi yang jelas dikarenakan minimnya identitas pelaku.
Pelaku pencabulan yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sebelumnya mengajar Eksra kulikuler (Ekskul) Pramuka setiap hari Sabtu di SD 012 Bukit Bestari.
Pelaku pencabulan diterima menjadi guru bantu melalui rekomendasi oleh Kepala Sekolah, Almunizar yang saat ini sudah pindah kerja di Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Bagian Pengawasan Sekolah Dasar.
Saat di jumpai oleh wartawan Suarakepri.com, Almunizar menyebutkan pada saat menerima guru bantu tersebut untuk mengajar ekskul di SD 012 Bukit Bestari hanya melihat dari sisi kemampuan dan ketrampilan nya saja, tanpa mau tau asal muasal dan data yang jelas dari guru bantu tersebut.
“Disitu mungkin kesalahan saya, tapi sebenarnya semua ekskul yang ada di sekolah itu semuanya seperti itu kami terimanya, kamu bisa nya apa ,..? dah itu saja yang kami terima dan kami tau,” kata Almunizar di ruangan pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, 19 Oktober 2017.
Almunizar juga menyebutkan nama Oknum guru bantu yang direkomendasikan nya untuk mengajar ekskul di SD 012 Bukit Bestari yang saat ini menjadi buronan atas tindakan pencabulan kepada anak muridnya adalah bernama Nanda.
“Namanya Nanda, dia asal Tanjung balai Karimun dan dia disini sebatang kara selebihnya saya tidak tau,” ungkap Almunizar.
Dari kesalahan Almunizar pada saat menjabat menjadi kepala sekolah SD 012 Bukit Bestari yang menerima Guru bantu tanpa prosedur dan data latar belakang pelaku yang tidak jelas, sehingga mengakibatkan pihak kepolisian susah mendapatkan informasi serta menangkap pelaku pencabulan tersebut serta bisa membuka peluang untuk para “kelainan” seksual masuk mengajar dengan alasan ingin menjadi guru bantu di sekolah SD 012 Bukit Bestari.
“Semoga dari kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh sekolah SD lainnya untuk menerima guru bantu agar lebih berhati-hati lagi dan jelas latar belakang identitas nya,” tutup Almunizar.
Penulis : Erial Saputra dan Budiyar
Editor : Mori
[sk]







Comment