Akibat Melakukan Pencabulan, Kakek Ini Terancam 15 Tahun Penjara

  • Share

Minimnya Akal Sehat, Kakek Cabul Mendekap Dijeruji

Tanjungpinang, suarakepri.com – Kasus pencabulan hampir sering terjadi ditengah masyarakat, minimnya tingkat pengawasan membuat sebagian besar penerus generasi bangsa menjadi korban pelecehan, hal ini menjadi tandatanya besar akan perlindungan terhadap anak. Jumat (27/08)

banner 336x280

Seperti yang disampaikan oleh Sudiharjo, SH. MH selaku Kasi Tindak Pidana Hukum di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, bahwasanya kasus pencabulan masih menjadi perhatian khusus untuk negara ini, khususnya Kota Tanjungpinang.

Pada saat ditemui diruang kerjanya, Ia menjelaskan, bahwasanya baru-baru ini seorang Kakek resmi ditahan dengan kasus pencabulan.

Diketahui pelaku bernama MY (52) telah dinyatakan bersalah melalui sidang online dengan kasus persetubuhan dan pencabulan.

Pelaku dikenai Pasal 81 dan Pasal 82 dengan ancaman minimal 5 tahun, paling lama 15 tahun dengan denda Rp 5 miliyar tentang perlindungan anak.

Berdasarkan informasi yang didapat, awal mulanya kejadian pada bulan Februari 2020, dimana pelaku yang juga merupakan kakek korban melakukan aksinya pada pagi hari.

Modusnya, pada saat kejadian pelaku sudah menunggu korban di ruang tamu pada pukul jam 6 pagi, saat korban terbangun untuk kekamar mandi, kemudian oleh pelaku, tangan korban langsung ditarik.

“Seperti yang disampaikan, pelaku memang sudah berniat melakukan aksinya, dan pada saat korban keluar dari kamarnya, korban dipeluk dan diciumin, hingga akhirnya korban di gauli dengan paksa sebanyak14 kali,” ujar Sudiharjo.

Menurut kesaksian dipersidangan, alasan korban dititipkan pada kakek dan neneknya disebabkan orangtuanya sudah bercerai, sedangkan Ibunya terpaksa bekerja dibatam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dan kasus ini baru diketahui ketika korban bercerita kepada neneknya karena alat kelaminnya selalu kesakitan saat sedang buang air kecil.

Mendengar keluhan tersebut, neneknya langsung membawa korban untuk mendapatkan pemeriksaan, hingga didapatkan fakta bahwa korban telah disetubuhi.

Kemudian neneknya melaporkan kepada mantan majikannya, yang pada akhirnya, majikannya langsung yang melaporkan kepihak yang berwajib.

Atas kejadian ini, Sudiharjo menegaskan kepada setiap orangtua, agar selalu memperhatikan setiap perubahan perilaku anaknya, karena, kebanyakan korban akan merasa khawatir ketika mengalami pencabulan.

“Kebanyakan korban dan keluarganya memilih untuk menutup diri, sehingga kasus ini banyak yang tidak terungkap, Jadi, Jangan pernah malu atau takut untuk melaporkan, Identitas korban akan selalu kami rahasiakan,” ungkap Sudiharjo

“Selain itu selalu berhati-hati pada orang disekitar, karena kebanyakan pelaku adalah orang dekat korban,” tutupnya singkat.

  • Share