Batam, SuaraKepri – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pemimpin Pusat (DPP) Organisasi Profesi Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia, Rival Achmad Labbaika menjelaskan Organisasi AJO Indonesia bukan organisasi yang hanya mempersatukan media dan insan pers saja.
Tetapi juga memiliki komitmen untuk mensejahterakan para pelaku atau insan pers media online yang tergabung dari organisasi tersebut.
“AJO Indonesia lebih dari sekedar mempersatukan pelaku media online, tetapi bagaimana media online sebagai bisnis mampu bersaing dan berkembang sebagai sebuah industri,” kata dia.
“Di sisi lain, tetap berpegang pada prinsip-prinsip pers yang independen dan profesional melalui pembinaan dan peningkatan mutu para insan pers yang tergabung dalam AJO Indonesia,” tambahnya.
Rival menjelaskan, media online yang berkembang saat ini masih terbatas pada pemanfaatan teknologi internet dari sisi konten media.
Sementara AJO Indonesia akan membuka sekaligus masuk dalam peluang yang ditawarkan teknologi internet dari sisi bisnisnya.
“AJO Indonesia memiliki platform dan pemikiran pengembangan industri digital berbasis digital marketing. Dalam industri digital banyak yang menjadi income. Nah, di sini AJO Indonesia ingin berbagi. Dalam seminar nanti akan disampaikan semua. Untuk itu kami membutuhkan suport media di Indonesia, khusunya Kepri,” jelasnya.
Ia juga memberikan beberapa pemahaman konsep SEO, yang menurutnya menjadi hal penting untuk dipahami oleh pelaku industri digital dalam hal ini Online Media termasuk dalam industri digital itu sendiri.
“Saya tak pernah meragukan kemampuan jurnalistik serta pemahaman jurnalistik teman teman media yang hadir hari ini, terutama media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia,” paparnya.
Dan sebuah keharusan bagi pemilik media, pun pemimpin redaksi, juga para senior redaktur hingga jurnalis dan reporter media-media yang tergabung dalam AJO Indonesia untuk merubah paradigma dan pola pikir jurnalis konvensional ke dunia digital.
Penulis : Rian
Editor : Erial


Comment