LINGGA – Pelayanan kepengurusan data kependudukan di Disdukcapil Lingga terkesan buruk. Pasalnya, tanggapan yang diberikan Kasi Indentitas Penduduk, saat ada permasalahan kecil sangat tidak mencerminkan sikap sebagai tupoksi pelayanan, Senin (24/09/2018).
Arpa salah seorang warga asal kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, pagi tadi tidak mendapatkan perilaku baik dari seorang staf Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil), yang langsung membentak dirinya yang ingin mengurus pembaruan KK Kependudukan.
“Sebenarnya tidak ada masalah dalam hal kepengurusan ini bagi pengurus. Jika memang ditemui kekurangan berkas untuk memperbaharui KK ataupun KTP, cukup dijelaskan dengan baik saja. Dengan nada yang bisa memotivasi masyarakat yang ingin mengurus berkas,” ujarnya kepada SuaraKepri.com, Senin (24/09/18).
Selain itu, Arpa sangat menyayangkan dengan sikap yang ditunjukkan pegawai Disdukcapil tersebut yang terlalu berlebihan saat memberikan penjelasan kepada dirinya.
Menurutnya sebagai staf yang sering berintraksi kepada masyarakat, bisa memberikan cermin pelayanan yang baik, bukan malah menjustifikasi atau mendownkan masyarakat yang ingin bertanya.
“Seorang Kasi yang duduk pada tugas Indentitas Penduduk harus bisa memberikan cerminan pelayanan yang baik. Mungkin dengan bahasa penjelasan yang lembut, apalagi seorang perempuan. Bukan malah menjustifikasi yang seakan mendownkan masyarakat pengurus,” tegasnya kembali.
Sebelumnya, Arpa yang saat itu ingin mengurus perubahan KK milikinya, tidak membawa rekomendasi dari Desa dan di arahkan ke ruangan Kasi Indentitas Penduduk Eva Yusnita, S, Si, namun setibanya dihadapkan Kasi tersebut, dirinya langsung di justifikasi dengan nada tinggi.
“Jangan lupakan desa, jangan merasa hebat langsung kesini,” cetus Kasi Indentitas Penduduk, Eva Yusnita, S.Si, saat itu.
Sementara itu Arpa yang menjelaskan, jika dirinya sekarang sudah berdomisili di Kelurahan Daik dan berdasarkan KK lama masih tinggal di Desa Sungai Pinang, malah mendapat bahasa yang sinis dari Kasi tersebut.
“Pindah saja ke Daik,” jelas Arpa.
Seharusnya, sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, Disdukcapil harus bersikap komparatif saat melayani masyarakat yang awam akan informasi, bukan malah mendownkan dengan nada yang tinggi.
PENULIS : RIAN







Comment