Tanjungpinang, suarakepri.com – Walikota Tanjungpinang, Rahma menanggapi persoalan penentuan Wakil Walikota Tanjungpinang yang kini mulai menghangat.
Rahma berharap pendapat dan masukannya juga didengar, terkait figur Wakil yang kelak mendampingi dirinya.
“Jangan sampai adanya ibarat pepatah mengatakan adanya ‘kawin paksa’, Ini bukan zaman ‘Siti Nurbaya’. Cobalah ditanya apa sih maunya saya terkait figur wakil yang akan dicalonkan (pendamping Rahma),” ujar Rahma saat audensi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang-Bintan, di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang, pada hari Rabu (27/01).
Adapun kriteria pendamping yang diharapkan seperti kepala daerah lainnya, pasti memiliki royalitas dan loyalitas terhadap kepala daerahnya.
“Yang pernah saya lakukan saat mendampingi almarhum Ayah Syahrul, dimana saya masih menjabat sebagai wakil Walikota Tanjungpinang, selalu setia terhadap pemimpin yang ia dampingi,” tegasnya.
Rahma tidak permasalahkan figur itu dari partai mana pun, baik ia elit politik ataupun anggota biasa.
“Tetapi kita berharap figur tersebut dapat bahu membahu membangun kota Tanjungpinang, bukan berseberangan dan siap setiap saat menyerang untuk ‘bercerai’,” pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni meminta Wali Kota Tanjungpinang Rahma berterus terang bila tidak mau ada wakil wali kota. Pasalnya sampai saat ini peroses pemilihan Wakil Wali Kota masih menunggu surat Wali Kota Tanjngpinang.
Hal ini perlu disegerakan karena menyangkut kinerja DPRD dan Pemko Tanjungpinang. Karena selain desakan dari partai politik, juga dari Ombudsmen meminta DPRD Kota Tanjungpinang mengisi kekosongan jabatan Wakil Wali Kota sisa jabatan 2018-2023.
Weni pun meminta Wali Kota menentukan sikap.
“Jika ingin sendiri selamanya dimasa jabatan ngomonglah ke media sehingga DPRD pun tidak menunggu,” pungkasnya mengutip dari salah media online lokal.







Comment