Promo FBS
FBS Reliable Broker
Lingga

Kisah Pria 77 Tahun Bertahan Dari Ganasnya Virus Covid-19

580
×

Kisah Pria 77 Tahun Bertahan Dari Ganasnya Virus Covid-19

Sebarkan artikel ini

Lingga SuaraKepri.com – Muhammad Nur (77) Warga Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Bara, Kabupaten Lingga, berhasil melawan ganas virus Covid-19.

Terhitung tanggal 25 Januari 2021 lalu, menjadi kisah yang tidak mungkin bisa terlupakan bagi pria akrab dipanggil Rumak, ia terpapar virus Covid-19.

Menurut dia saat itu, kasus aktif covid-19 di Kabupaten Lingga tercatat 145 kasus aktif dan ia sebagai pasien nomor 50, bahkan tercatat 66 pasien sembuh corona dan 4 meninggal dunia akibat covid-19.

Bahkan ia bercerita awal mula bisa tepapar, saat ia sedang mengisi bensin kepada seorang pengendara motor yang tidak ia kenal dalam kesehariannya.

Memiliki kios minyak BBM jenis bensin enceran, ia mengaku banyak bertemu dengan berbagai macam orang dan sore itu pula yang menjadi awal mula ia bisa terpapar.

“Saat itu, pengendara tersebut dekat jaraknya dengan saya sekitar 40 centimeter, Ia sedikit batuk, saat itu napas saya tiba-tiba terhenti seketika, saat itu dia tidak memakai masker dan saya juga tidak pakai, Saya tahunya dia datang dari Batam,” kata Rumak kepada SuaraKepri.com, Senin (13/5/2021).

Setelah sejak sore itu, ia mengaku malam harinya ia mengalami kejala kepala pusing, badan dan tulang terasa sakit, bahkan sekitar jam 1:00 WIB ia mengalami menggigil hebat dan panas dingin disertai batuk-batuk.

Sempat dirawat di rumah, hari ke dua ia mengalami sesak nafas yang berakibat ia kesulitan untuk tidur, apalagi saat itu penciumannya hilang seketika.

Ia berfirasat saat itu ia pasti positif covid-19, dan benar saja, saat tim satuan tugas pencegahan covid-19 datang ke kediaman dia dan dilakukan sweb antigen, ia positif covid-19.

“Semakin hari kondisi saya semakin parah, kemudian di test swab baru ketahuan kalau saya terkena virus ini,” sambungnya.

Keadaannya semakin memburuk, sehingga ia harus dirawat di Ruang Isolasi, Pagoda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

“Saya hampir kehabisan nafas saat diruangan itu, dengan bantuan oksigen dari petugas, sesak kali rasanya.

“Saya ditemani anak saya Jas, yang memantau dari kejauhan. Saat itu saya menangis, takut tidak bisa melihat anak saya lagi,” ungkapnya.

Seminggu lebih ia menceritakan, hampir meregang nyawa di dalam Ruang Isolasi, saat itu menurut Rumak ia sudah mulai putus asa, namun berkat semangat yang diberikan oleh tim dokter dan perawat saat itu, ia kembali memiliki semangat hidup.

“Alhamdulillah dengan perjuangan, ketika dilakukan sweb antigen kembali dan hasil PCR keluar, saya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, tepatnya sejak 3 Februari, jujur saya tidak menyangka bisa sembuh,” pungkasnya.

Saat ini, sejak kejadian naas tersebut, ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga untuk patuh terhadap protokol kesehatan selalu dan menjaga 5 M serta selalu menjaga imun tubuh.

Penulis : Febrian S.r

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat