Promo FBS
FBS Reliable Broker
Lingga

Tanah Galian Proyek Kabel Optik Tertumpuk di Aspal, Rambu Jalan Ikut Rusak

1901
×

Tanah Galian Proyek Kabel Optik Tertumpuk di Aspal, Rambu Jalan Ikut Rusak

Sebarkan artikel ini

Lingga, SuaraKepri.com – Sekretaris Kecamatan Lingga Utara, Shefi Hari Nugraha S.STP menyayangkan penggalian proyek kabel optik yang terpampang hingga Desa Duara, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga itu terkesan asal abal-abal dan pihak Telkom sebagai pelaksana, Jum’at (28/01/22).

Pasalnya, selain galian tersebut memakan badan jalanan aspal hingga marka tengah, galian disepanjang pinggir aspal dari Desa Duara hingga Desa Sungai Besar, membahayakan pengguna jalan.

“Ternyata pekerjaan ini kan mengganggu dan membahayakan pengguna jalan, apalagi tanah galian ini sampai melewati marka jalan tengah, dengan begitu kita akan kroscek lagi apakah benar tata cara mereka bekerja seperti ini,” kata Sekcam Lingga Utara.

Selain itu, ia beranggapan jika selama pekerjaan ini dilakukan, satu surat pemberitahuan tidak perna masuk atau tidak perna ada pemberitahuan secara tertulis ke Kecamatan Lingga Utara.

Apalagi pengerjaan penggalian ini menggunakan ekskavator (alat berat) tentu pengerjaan tersebut berpotensi menghancurkan aspal, ditambah tidak adanya pengerasan tanah, tentu kontur tanah dipinggir aspal dapat mengalami abrasi yang mana sebelumnya pemadatan jalan itu menggunakan anggaran yang tidak sedikit.

“Surat masuk pun sejauh ini belum ada, untuk volume kita tidak tau, panjangnya pun kita tidak tau, yang kita mau pekerja dia harus memperhatikan faktor keselamatan pengguna jalan, apalagi di Pancur terdapat turnamen volley tu, malam malam kita takut terjadi kecelakaan,” ujarnya

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Desa Sungai Besar Suandi merasa keberatan dengan adanya eksavator dalam pengerjaan proyek ini, menurut dia surat yang dimasukkan ke desa tempo hari, tidak terdapat mengenai teknis pekerjaan.

“Kami tidak tau kalau pengerjaan seperti ini, karna surat yang masukkan hanya mengatakan numpang lewat pengeboran saja, bukan penggalian sampai memakai bahu jalan, saya liat liat bingung juga kayak gini, apakah tidak ada alternatif untuk dilarikan kesamping sedikit, apalagi disini banyak rumah warga disini,” kata Kepala Desa Sungai Besar Suandi.

Bahkan selain memakai bahu jalan, terdapat fakta jika pengerjaan ini ternyata mengakibatkan fasilitas milik negara menjadi rusak, salah satunya rambu-rambu lalulintas, seperti tiangnya yang benggok, atau papan penunjuk jalan yang robek, hal itu diduga diakibatkan oleh pengerjaan jalan tersebut.

Untuk itu diminta kepada Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Perhubungan dan PUPR Kabupaten Lingga untuk mengkroscek ke lokasi bagai mana pengerjaan ini sebenarnya, agar tidak menimbulkan hal hal yang dapat merugikan daerah.

Penulis : Febrian S.r

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat