Promo FBS
FBS Reliable Broker
BintanBreaking News

Menanti Harapan, Bayi Penderita Hipospodia Butuh Uluran Tangan

5764
×

Menanti Harapan, Bayi Penderita Hipospodia Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini
Beginilah kondisi keluarga Angelin bersama ibu dan kedua putranya pada saat ditemui langsung dirumahnya, Senin (18/04)./Tafan

Bintan, suarakepri.com – Tidak kuasa melihat kondisi putranya yang baru berusia tiga (3) tahun berinisial DN mengidap penyakit Hipospodia, Angelin Rona Sari Pangaribuan berharap anaknya dapat segera di operasi. Lebih ironisnya, Angelin merupakan seorang single parent dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Hipospadia adalah kondisi kelainan bawaan lahir yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) laki-laki tidak pada posisi yang seharusnya. Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak di ujung penis. Kondisi ini biasanya memerlukan operasi perbaikan untuk memulihkan aliran urine yang benar.

Angelin merupakan salah seorang warga yang tinggal di Jalan Nusantara Km 24 Kijang, Kampung Budi Mulya, RT2/RW4, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan dimana saat ini ia masih tinggal bersama ibunya yang berprofesi sebagai tukang pijit tradisional didaerahnya.

Berdasarkan informasi yang didapat awak media pada saat kunjungan kerumahnya bersama Ketua Piaman Community dan Pemuda Pancasila (PP) Sei Enam, Angelin memiliki dua orang putra kembar berinisial DN dan masing-masing memiliki masalah kesehatan yang berbeda.

Angeline menerangkan, awalnya DN (Abang) sempat mendapatkan bantuan tindakan operasi Hernia dan DN (Adik) mendapatkan tindakan operasi Hipospodia di RSUD Bintan dengan menggunakan biaya BPJS Kesehatan pada tahun 2022 lalu.

Dari hasil operasi tersebut, DN (Abang) berhasil melewati operasi tersebut. Namun, DN (Adik) harus terpaksa di operasi kembali dikarenakan bekas operasinya terbuka yang disebabkan sang anak terlalu aktif.

Setelah menjalani operasi yang kedua kali, dokter yang menanganinya terpaksa angkat tangan dikarenakan risiko yang terlalu tinggi.

“Karena sudah dua kali dioperasi, dokter yang menanganinya angkat tangan bang. Dokter itu menyarankan untuk dirujuk saja ke rumah sakit yang ada di Jakarta atau Batam,” ujar Angelin saat menceritakan kondisi anaknya.

Mendengar akan hal tersebut, ia merasa kebingungan dan tidak tahu kepada siapa harus mengadu untuk memintai pertolongan.

“Saya hanya berharap anak saya bisa segera mendapatkan bantuan bang, secepatnya saya ingin anak saya di operasi. Tapi mau bagaimana lagi, siapa yang bisa bantu kami bang,” ungkap Angeline sambil menahan air matanya.

Dilain sisi, Sianturi Hotmauly yang merupakan orangtua Angeline juga menerangkan bahwa dirinya hanya bisa berharap agar ada orang yang mau membantu untuk pengobatan cucunya.

“Saya sangat berharap agar ada orang yang mau membantu cucu saya, kasihan saya lihatnya, bagaimana dengan masa depannya,” ungkap Sianturi.

Bantuan dapat disalurkan langsung melalui rekening bersangkutan.

Rekening Penggalangan Dana
A/n : Angelin Rona Sari
BRI : 5566 0103 7738 538

Penulis : Tafan

Comment