Promo FBS
FBS Reliable Broker
KriminalTanjungpinang

KM Batam Baroe Yang Terbakar Diduga Berasal Dari Api Dupa Sembahyang

1158
×

KM Batam Baroe Yang Terbakar Diduga Berasal Dari Api Dupa Sembahyang

Sebarkan artikel ini
Pihak Kepolisian dari Polairud Polresta Tanjungpinang saat menyelidiki kapal KM Batam Baroe dengan GT (Gross Ton) 173 di perairan Kolam Bandar, tepatnya di depan PT BBS Galangan Kapal Kampung Bugis yang terbakar, Selasa (01/8/2023)./Real

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Kapal KM Batam Baroe dengan GT (Gross Ton) 173 di perairan Kolam Bandar, tepatnya di depan PT BBS Galangan Kapal Kampung Bugis yang terbakar, diduga berasal dari api dupa sembahyang. Informasi kebakaran ini berasal dari laporan masyarakat. Tanjungpinang, Selasa (01/8/2023).

Identitas korban yang terlibat dalam kebakaran ini berinisial (DA) berusia 70 tahun dan beragama Buddha, tinggal di Jalan Pelantar Datok, Kelurahan Kamboja Tanjungpinang Barat.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol H. Ompusunggu, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang, AKP M. Akmal, SH. menerangkan kronologis kejadian, pada pukul 10.30 WIB saat piket patroli kapal Sat Polairud Polresta Tanjungpinang melintasi perairan Kolam Bandar tepatnya di depan galangan kapal milik PT BBS, kapal KM Batam Baroe yang sedang labu jangkar mengalami kebakaran di bagian haluan depan kapal. Api kemudian menjalar ke bagian lambung kiri dan kanan kapal.

Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang, AKP M. Akmal, SH bersama Ps. Kanit Gakkum Polairud, Ipda Freddy Simanjuntak, SH beserta personil Sat Polairud turun tangan melakukan pemadaman api. Mereka juga dibantu oleh 4 unit Kapal Tugboat milik PT BBS untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi kapal untuk menghindari kebakaran yang lebih besar.

“Selanjutnya kebakaran di KM Batam Baroe berhasil dipadamkan, dan kapal dialihkan menuju galangan kapal di daerah Kampung Bulang. Setelah dilakukan penyelidikan, dugaan penyebab kebakaran berasal dari tempat sembahyang (dupa) yang terletak di bagian anjungan depan kapal,” ujar M. Akmal.

Kerugian materil akibat kebakaran ini mencakup satu unit mesin kren kapal dan sebagian lambung kapal yang terbakar, diperkirakan bernilai sekitar Rp 100 juta. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Kepolisian setempat telah menerima laporan dari masyarakat, melakukan investigasi di TKP, menginterogasi korban dan saksi-saksi, serta melakukan pemadaman api untuk mengatasi situasi darurat. Penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini akan terus dilakukan untuk mengetahui lebih dalam penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tutupnya. (Real)

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat