Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

PKBI Kepri Gelar Lokakarya Partisipasi Politik bersama Multistakeholder

3871
×

PKBI Kepri Gelar Lokakarya Partisipasi Politik bersama Multistakeholder

Sebarkan artikel ini
Para peserta foto bersama dengan telapak tangan di dada sebagai simbol untuk mensukseskan pemilu yang akan datang, Minggu (12/11). /F : Thafan Casper

Lokakarya PKBI Demi Sukseskan Pemilu 2024

Tanjungpinang, suarakepri.com – Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Daerah Kepulauan Riau merupakan lembaga swadaya masyarakat yang secara aktif menyuarakan isu kesehatan terutama hak kesehatan reproduksi dan seksual terutama bagi kelompok rentan, baru-baru ini menggelar kegiatan lokakarya partisipasi politik pada perempuan, kelompok marjinal, dan disabilitas melalui program INKLUSI.

Program INKLUSI adalah program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang bertujuan untuk menciptakan ruang demi mewujudkan masyarakat inklusif bagi kelompok-kelompok marjinal di setiap wilayah Indonesia, agar masyarakat dapat menerima keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Septi Nurul Parida selaku Manajer Layanan PKBI Kepri menerangkan, adapun hubungannya dengan kegiatan yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 11 November 2023 di Comforta Hotel dengan melibatkan multistakeholder yaitu demi mendorong sebuah gerakan perubahan untuk kepentingan Perempuan, Kelompok Marjinal, dan Disabilitas.

Dalam hal ini, tentunya partisipasi kelompok tersebut dalam dunia politik khususnya di berbagai aspek kehidupan merupakan hal yang penting demi perkembangan dan kemajuan demokrasi di Indonesia.

Akan tetapi, di negara berkembang seperti Indonesia, persoalan partisipasi kelompok tersebut, khususnya perempuan masih menjadi persoalan yang sangat kompleks.

Maka dari itu, partisipasi politik menjadi penting dalam rangka menyiapkan sebuah basis rujukan dalam pemberdayaan dan penguatan kapasitas kelompok tertentu, dengan melihat urgensi terpentingnya adalah agar partisipasi politik tidak lagi terjebak pada hiruk-pikuk pencoblosan saja, namun secara subtansi juga memberi dorongan kepada komunitas tersebut untuk melakukan sebuah gerakan perubahan.

“Partisipasi politik sebagai kegiatan warga negara dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum yang melibatkan Perempuan, Kelompok Marjinal, dan Disabilitas tentunya perlu digali lebih dalam lagi agar dapat mendorong dan memaksimalkan peran serta partisipasi kelompok tersebut,” pungkas Septi.

Dirinya juga menerangkan. Hasil pertemuan yang telah dilakukan, ada beberapa poin penting berdasarkan persoalan dan masukan dari perwakilan masing-masing kelompok. Seperti, perlunya peningkatan akses disabilitas pada saat pencoblosan, dan pentingnya edukasi secara berkala kepada penyandang Disabilitas, Kelompok Marjinal, serta pemilih pemula.

“Ternyata, berdasarkan fakta dan diskusi yang telah dilakukan, sampai saat ini masih ada kelompok-kelompok tertentu seperti yang telah disebutkan, belum sepenuhnya menyadari pentingnya keterlibatan secara aktif untuk menentukan keterwakilan dan pemimpinnya demi sebuah perubahan dimasa mendatang,” ujar Septi.

Dilain pihak. Muhammad Faizal selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang yang juga merupakan salah satu narasumber dengan materi yang bertemakan “Perempuan, Disabilitas, dan Pemilu”, menerangkan bahwasanya sampai saat ini memang perlu adanya dukungan dari berbagai stakeholder untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi kelompok tertentu.

Menurutnya, partisipasi warga Indonesia khususnya pada kelompok tertentu sampai saat ini masih mengalami pasang surut sejalan dengan berkembangnya demokrasi yang dianut oleh Indonesia sendiri.

Maka dari itu, KPU sampai saat ini masih gencarnya memberikan informasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan masa. Karena sampai saat ini kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia.

“Kami berterimakasih sekali kepada pihak PKBI Kepri yang telah menyelenggarakan dan memberikan ruang kepada KPU Kota Tanjungpinang untuk menyampaikan informasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam sebuah pemilu demi mensukseskan pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024, semoga kegiatan ini dapat menjadi penyambung lidah dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu,” harap Faizal.

Penulis: Thafan Casper

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat