Tanjungpinang, suarakepri.com – Dalam langkah bersejarah, PJ Walikota Tanjungpinang, Hasan, meresmikan pembayaran parkir non tunai (QrisYe) di Kantor Dishub Kota Tanjungpinang pada Selasa lalu.
Turut hadir Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Sekretaris Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, bersama sejumlah pimpinan OPD Pemko Tanjungpinang.
Menanggapi hal tersebut, Ansar Ahmad memberikan pujian pada implementasi awal Tanjungpinang, dan mengakui kerjasamanya dengan BTN untuk transaksi non-tunai.
“Meski dimulai dari sepuluh tempat parkir, ini adalah inisiatif yang luar biasa,” ungkap Ansar, mendorong daerah lain untuk mengikuti jejak, Kamis (14/12).
Adapun titik lokasi parkir tahap 1 yang sudah menggunakan metode pembayaran non tunai QRIS adalah Kedai Kopi Batu 10, Manabu, The Blitz, Cooler City, Pizza Hut, Soedang Rembulan, Tema Coffee and Space, Oucha Ice Cream, RM. Mbah Darno, dan Momoyo Ice Cream. Pembayaran parkir roda 2 Rp.1.000,- dan roda 4 Rp.2.000,- dilakukan dikasir atau melalui juru parkir dengan cara memindai menggunakan QRIS perparkiran yang telah disediakan.
Ditempat yang sama. Hasan menekankan signifikansi peluncuran ini dalam percepatan digitalisasi, sejalan dengan arahan Presiden Indonesia.
Terlepas dari preferensi, digitalisasi harus diimplementasikan, sesuai arahan Presiden,” ujar Hasan.
Menggarisbawahi kemajuan Tanjungpinang dalam pembayaran digital di berbagai sektor, Hasan memvisualisasikan masa depan di mana setiap transaksi di kota ini akan mengadopsi metode digital.
Masih sambungnya. Dirinya juga mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika setempat untuk mengevaluasi sejauh mana digitalisasi, langkah penting untuk mencapai status Tanjungpinang sebagai kota digital penuh.
Dikesempatan yang sama. Hasan dan Gubernur Ansar Ahmad mendistribusikan perlengkapan dasar kepada 170 sopir transportasi umum dan 190 petugas parkir selama acara yang sama, menekankan komitmen untuk membentuk kota yang inklusif secara digital.
Ini menandai momentum krusial dalam perjalanan Tanjungpinang menuju menjadi kota percontohan di era transformasi digital.
Penulis: Thafan Casper







Comment