Bintan, suarakepri.com – Dalam dunia karya kerajinan tangan, tersembunyi sebuah filosofi yang mengubah pandangan tentang seni dan kerajinan. Iim Suhari, yang dikenal dengan panggilan Wak Lebon, menyuarakan pandangan revolusionernya dalam sebuah opini yang tidak hanya membangkitkan inspirasi, tetapi juga merintis arah baru dalam kolaborasi seniman.
Judul yang mencuri perhatian, “Kolaborasi saling belajar, saling memahami, Tidak Berkompetisi, Saling menerima. Pada akhirnya menghasilkan karya. Karena tidak ada hal besar yang bisa dilakukan seorang diri,” menjadi poin kunci dalam pandangan Wak Lebon. Dalam wawancaranya, beliau menyoroti esensi kolaborasi sebagai fondasi utama di balik keindahan karya.
Wak Lebon menegaskan bahwa lebih dari sekadar saling belajar dan memahami, kolaborasi sejati adalah tentang menyingkirkan elemen kompetitif. “Tidak Berkompetisi, Saling menerima” menjadi mantra yang mendorong pengrajin dan seniman untuk bersatu tanpa ego yang mendominasi.
“Pekerja seni sejatinya tidak hanya soal perut semata, tapi lebih pada arah perubahan yang membawa pada satu karya yang bermanfaat untuk orang sekitar,” tambah Wak Lebon dengan penuh semangat.
Menurut Wak Lebon, keindahan sejati tercipta ketika individu-individu kreatif bersatu, menggabungkan keahlian dan pandangan mereka. Dalam era di mana persaingan sering mendominasi, filosofi ini memberikan hawa segar dan membangun jalan menuju kerjasama yang lebih bermakna.
“Pada akhirnya menghasilkan karya. Karena tidak ada hal besar yang bisa dilakukan seorang diri,” ucapnya, Rabu (17/01/2024).
Wak Lebon meyakinkan bahwa kebesaran dalam seni tidak dapat dicapai sendirian, hanya melalui kolaborasi yang kokoh, karya yang luar biasa dapat melahirkan keterlibatan kolektif.
Dalam melihat masa depan karya kerajinan tangan, Wak Lebon mengajak para pengrajin dan seniman untuk menatap masa depan dengan semangat kolaboratif. Dengan filosofi ini sebagai panduan, diharapkan akan muncul gelombang karya yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menyentuh hati serta merangkul keberagaman nilai dan cerita. Sehingga dapat mengilhami kolaborasi, merintis revolusi dalam karya kerajinan tangan.
Penulis: Thafan Casper



Comment