Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Proyek Folder Srikaton Dituding Jadi Penyebab 2 Kecelakaan Dalam Sehari

1384
×

Proyek Folder Srikaton Dituding Jadi Penyebab 2 Kecelakaan Dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
Inilah suasana jalan di depan Markas Pangkalan TNI AU Raja Fisabilillah, Jalan Bandara Lama, seusai kecelakaan./Za

Tanjungpinang, SuaraKepri.com – Adanya kecelakaan sebanyak 2 kali dalam sehari di jalan depan Markas TNI Angkatan Udara (AU) Raja Haji Fisabilillah, dituding karena adanya proyek di Srikaton. Hilir mudik kendaraan, jenis Lori yang membawa tanah di Proyek Polder di Jalan Srikaton, hingga membuat tanah berserakan di jalan.

“Dalam satu hari ini dah 2 motor yang jatuh dekat Markas AURI Km.12 ini. Jalan licin akibat tanah-tanah dari lori pengangkut tanah Proyek Waduk atau Polder Srikaton untuk penanggulangan banjir,” ujar Aldi Yansyah, pada hari Senin (12/8).

Lanjutnya, kabarnya yang kecelakaan siang ada korban ibu bersama anaknya. “Korbannya ada anak kecil mukanya sampai berdarah-darah dan orangtuanya pingsan,” tambahnya.

Dari keterangan Aldi, tanah itu hanya di siram bukan dibersihkan yang mengakibatkan jalan jadi licin karena tanah basah. “Seharusnya pelaksana proyek lebih teliti atau menggunakan jalan alternatif lainnya, karena jalan ini (depan Markas AURI) posisinya tanjakan dan arah dari Kijang turunan,” geramnya.

Pejabat (Pj) Wali Kota, padahal beberapa hari yang lalu, Andri Rizal telah menginstruksikan Dinas PUPR untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“OPD Pemko akan mengawal proses pembangunan ini secara cermat untuk meminimalisir dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.

Proyek pembangunan pengendalian banjir atau Polder di Jalan Sri Katon, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, telah menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.

Selain debu dan jalan licin  yang dihasilkan selama proses pembangunan, warga melaporkan retaknya dinding rumah mereka akibat getaran dari aktivitas konstruksi.

Keluhan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut. Dampak langsung dari konstruksi, terutama bagi warga yang tinggal dan berdagang di dekat lokasi proyek, mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal, meminta agar pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak yang timbul di sekitar area proyek dan berupaya meminimalisir gangguan terhadap aktivitas rutin masyarakat.

“Kontraktor pelaksana harus memastikan warga yang tinggal dan berdagang di sekitar lokasi tidak merasa dirugikan,” tegas Andri saat diwawancarai usai menghadiri peresmian Gedung Dekranasda Kepri belum lama ini. (Zen)

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat