Promo FBS
FBS Reliable Broker
AdvertorialNatuna

Bupati Natuna, Cen Sui Lan : Terimakasih Danlanal Sudah Menjaga Laut Natuna Utara

1090
×

Bupati Natuna, Cen Sui Lan : Terimakasih Danlanal Sudah Menjaga Laut Natuna Utara

Sebarkan artikel ini
Danlanal Natuna menyerahkan cinderamata kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan./Diskominfo Natuna

Natuna, SuaraKepri.com – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menghadiri acara pengantar tugas pelepasan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kabupaten Natuna, Kolonel Laut (P) Maman Nurachman di aula serbaguna Mess Tjiptadi, Mako Lanal Ranai, Jum’at (07/03/2025) malam.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan hadir didampingi suaminya H. Raja Mustakim, Sekda Natuna, Boy Wijanarko Varianto, Ketua DPRD Natuna, Rusdi, serta sejumlah pimpinan Forkopimda, tokoh agama, tokoh pengusaha, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Natuna, menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan tugas Danlanal Ranai.

Dalam sambutannya Bupati mualaf memiliki nama Islam Aisyah, mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Danlanal Ranai bersama jajarannya, dalam mengawal dan menjaga keamanan laut Natuna Utara.

Kata dia, 99,25 persen wilayah Natuna berupa laut, dan kurang dari 1 persen yang merupakan daratan. Artinya, ekonomi terbesar daerah di ujung utara NKRI itu, banyak ditopang dari hasil laut. Baik itu perikanan, maupun minyak dan gas bumi (migas).

Bupati Cen Sui Lan disambut sejumlah tamu undangan.

Namun, tantangan di laut sangat besar, banyak permasalahan terjadi di laut, salah satunya Illegal fishing. Maka dari itu semua pihak turut serta menjaga laut Natuna dari ancaman asing. “Bapak-bapak dari TNI Angkatan Laut ini, adalah salah satu penjaga laut kita yang bisa di andalkan. Mereka memiliki komponen yang memadai untuk selalu mengawasi  laut Natuna,” ucap Cen Sui Lan.

Bupati Cen Sui Lan semeja dengan Danlanal Ranai serta tokoh agama.

Saat ini kata Cen Sui Lan, ikan di laut Natuna sudah mulai berkurang. Bahkan ia menyebutkan, ada di beberapa daerah di Natuna, sudah tidak ada lagi ikan bilis (ikan teri), yang menjadi salah satu hasil laut andalan nelayan setempat. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian pemerintah sebab mempengaruhi pendapatan ekonomi nelayan.

“Untuk itu perlu adanya peran dari seluruh elemen, agar laut kita tetap terjaga. Nelayan harus kita dampingi, dan kita harus bersama-sama mencari solusi, agar kekayaan alam kita terjaga sebagai sumber pendapatan masyarakat pesisir,” tegas mantan Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Kepri.

Danlanal Ranai menyampaikan sambutan didampingi istri.

Sementara itu Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Maman Nurachman, dalam sambutannya juga menyampaikan terimakasih kepada Pemda, Forkopimda dan Masyarakat Natuna, yang telah membantu dan mendukung tugas Lanal Ranai selama ia bertugas di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah.

Menurutnya, meski Natuna terkenal dengan sengketa laut dengan negara-negara tetangga, namun dalam kenyatanya ia merasa bahwa di Natuna sangat aman terkendali, tidak seheboh seperti yang diberitakan di luar sana.

“Terus terang, saya merasa nyaman dan betah bertugas disini. Karena memang saya ini orangnya tidak begitu suka dengan keramaian. Di Natuna ini saya merasa tenang, udaranya juga sangat segar. Ini menandakan alamnya masih sangat terjaga, dan semoga ini akan terus berkelanjutan,” ucap Maman Nurachman.

Terkait adanya Illegal Fishing yang sering mengusik nelayan Natuna, Maman menyarankan agar laut Natuna di ramaikan oleh kapal-kapal nelayan. Ia mengistilahkan, jika laut Natuna itu seperti rumah mewah dengan berbagai barang mewah di dalamnya, namun tidak berpenghuni. Sehingga, hal ini mengundang orang luar untuk masuk dan mengambil barang berharga yang ada di dalamnya.

“Jadi kalau laut Natuna itu ramai dengan kapal-kapal nelayan kita, nelayan asing juga pasti sungkan akan masuk ke wilayah perairan kita. Tapi kalau sepi, wajar jika mereka diam-diam nyuri ikan di laut kita. Dan ikan-ikan itu bisa keluar masuk semaunya, tidak seperti daratan yang bisa kita pagar. Untuk itu, saran kami agar laut Natuna di ramaikan oleh nelayan kita, supaya aman,” ungkap Maman Nurachman.

Kegiatan ini ditutup dengan buka puasa bersama dan penyerahan cinderamata. (Adv/Galeri) 

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat