Promo FBS
FBS Reliable Broker
Batam

“NAH” Karya Yan Gaboh: Lagu Sunyi dari Pinggiran Batam yang Menyentuh Nurani

2228
×

“NAH” Karya Yan Gaboh: Lagu Sunyi dari Pinggiran Batam yang Menyentuh Nurani

Sebarkan artikel ini
Musisi Batam, Yan Gaboh. /F: Dokumen Pribadi

Batam, suarakepri.com – Di balik gemuruh kota dan riuhnya industri musik nasional, seorang musisi asal Batam menyuarakan kesunyian dengan cara yang sederhana namun dalam. Namanya Yan Gaboh, musisi independen yang karyanya kini mencuri perhatian karena berhasil menyentuh hati banyak orang. Lagu bertajuk “Nah”, yang ia ciptakan sendiri, bukan sekadar lantunan nada, tetapi cermin dari perasaan manusia yang kerap terabaikan: kesepian.

Lagu ini dirilis pada 09 Mei 2025 dan digarap secara profesional bersama AZ Production. Namun, pesan lagu ini lahir dari tempat yang sangat personal Piayu Mangsang, sebuah sudut tenang di kota Batam yang menjadi rumah sekaligus ruang kontemplasi bagi Yan.

“Lagu ‘Nah’ ini saya tulis saat merenung dalam kesendirian ditengah kegelapan malam dengan secangkir kopi. Saya merasa banyak orang di luar sana, termasuk saya sendiri, yang kadang merasa tidak memiliki siapa-siapa, sehingga merindukan kehadiran sosok yang pernah ada,” ujar Yan Gaboh saat ditemui di sela aktivitasnya.

Nada yang Mengajak Merenung

Mengusung genre pop dengan sentuhan ambient yang melankolis, “Nah” membawa pendengarnya pada suasana malam yang sunyi, diwarnai suara angin dan cahaya lampu pemukiman yang redup. Syairnya ditulis dengan hati: “Kesunyian, bintang-bintang, cahaya lampu di pemukiman… Disana punya banyak kisah, menyimpan sebuah kenangan”.

Bagi Yan, lagu ini bukan hanya ekspresi diri, tapi juga bentuk seruan sosial yang halus. Ia ingin pendengarnya tak hanya menikmati lagu, tapi juga tergerak untuk melihat sekitar, mungkin ada teman, saudara, atau tetangga yang sedang diam-diam tenggelam dalam kesepian.

“Kadang, orang yang paling sering tertawa di depan umum justru menyimpan paling banyak gelisah di malam hari,” ucapnya dengan nada serius.

Kolaborasi dari Hati

Di balik produksi lagu ini, hadir sejumlah musisi berpengalaman yang mendukung visi Yan. Harry Toledo, Presiden IBF, turut menyumbangkan permainan elec bass, elec piano, dan drum programming. Sementara bagian gitar elektrik diisi oleh Anjuan Julio, menambah kedalaman emosi dalam aransemen. Proses mixing & mastering dilakukan oleh tim AZ Production, sedangkan visual video digarap oleh Canno Original, menyatu sempurna dengan nuansa lagu.

“Saya bersyukur bisa bekerja sama dengan orang-orang yang benar-benar memahami pesan lagu ini. Semua elemen musiknya dibangun bukan hanya pakai alat, tapi juga perasaan,” kata Yan.

Suara dari Pinggiran, Pesan untuk Pusat Kesadaran

Bagi Yan Gaboh, menjadi musisi dari pinggiran bukan hambatan, melainkan kekuatan. Dari tempat yang jauh dari pusat sorotan, ia justru bisa melihat realitas sosial dengan lebih jernih melihat bahwa banyak orang hari ini tenggelam dalam sepi, padahal dikelilingi oleh keramaian.

“Saya hanya ingin bilang lewat lagu ini: ayo lebih peka. Kalau kita punya teman atau kerabat yang terlihat sering sendiri, coba hampiri. Bisa jadi mereka sedang menunggu kehadiran kita,” ungkapnya.

Lebih dari Musik: Ini Gerakan Empati

Lagu “Nah” bukan hanya karya musik, tapi juga ajakan untuk membangun budaya peduli. Dalam dunia yang makin sibuk, Yan berharap lagu ini bisa mengingatkan bahwa kehadiran kita bisa sangat berarti bagi seseorang, bahkan lebih dari yang kita bayangkan.

“Saya ingin musik ini jadi tempat pulang bagi yang sedang lelah. Dan semoga juga jadi pengingat bahwa tak ada salahnya kita lebih peduli,” tutup Yan dengan senyum hangat.

Lagu “Nah” karya Yan Gaboh kini tersedia di berbagai platform digital dan visualnya bisa dinikmati di kanal resmi. Dengarkan, dan mungkin, Anda akan mendengar lebih dari sekadar lagu, tapi juga panggilan untuk hadir bagi sesama.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat