TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com –
Ironi situasional terjadi di kompleks perkantoran yang berada di dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang.
Masing-masing instansi yang seharusnya dapat berkolaborasi untuk menciptakan rasa nyaman ketika berkantor malah terkesan tidak peduli.
Hal itu pulalah yang diduga menjadi penyebab sering terjadinya banjir di kompleks perkantoran tersebut.
Sekretaris Disbudpar Tanjungpinang, Djaf Nurinsyah, mengaku mendapat informasi jika kantornya sering mengalami banjir saat hujan.
Djaf yang belum lama menjabat sebagai Sekretaris disana merasa terpanggil hingga mencoba menelusuri apa penyebabnya.
Hal itu Djaf lakukan karena prihatin. Disamping itu dirinya juga berlatar belakang seorang kepala bidang penyelamatan jiwa harta (Damkar) di kota itu
“Kita kemarin mencoba menelusuri apa penyebabnya, termasuk memeriksa saluran drainase yang berada di sekitar kantor,” ungkapnya.
Lama menelusuri, Djaf dan para pegawai Disbudpar menemukan adanya penyumbatan pada saluran drainase yang diketahui berada di wilayah kantor KSOP dan Pelindo.
“Kami dapati sampah bekas bangunan seperti batu beton dan kayu berukuran besar menutupi saluran drainase,” jelas Djaf.
Djaf menduga kayu dan batu beton yang menutupi saluran drainase itulah yang menjadi penyebab sering terjadinya banjir di kompleks perkantoran tersebut.
Djaf merasa heran selama ini tidak ada tindakan apapun dari instansi yang punya wilayah, padahal selain kantor Disbudpar, kantor mereka juga ikut menjadi korban banjir.
“Saya heran mereka kok tidak ada tindakan, ya kalau tidak bisa sendiri setidaknya koordinasilah dengan kami atau Pemda agar sampah tersebut segera diangkat,” ungkapnya.
Risih dengan perihal masalah ini Djaf mengaku sempat menyurati instansi terkait seperti KSOP dan Pelindo hingga sampai pada tahap gotong royong pada Kamis (4/9/2025).
“Setelah saya surati barulah ada kegiatan goro itu. Dalam pelaksanaannya kita juga melibatkan DLH dan Damkar,” ucap Djaf.
Disisi lain, Kepala Kerumah Tanggaan KSOP, Jamalauddin, mengaku tidak mengetahui penyebab banjir tersebut.
“Kita saja tidak tahu airnya dari mana. Kita selama ini juga banjir. Kalau untuk yang lain-lain banjir kita tidak tahu,” ucap Jamaluddin.
Sementara itu dari pihak Pelindo yang saat itu turut hadir melaksanakan goro bersama, enggan memberikan keterangan.
“Langsung ke kantor aja pak,”, ucap perempuan yang diketahui merupakan seorang petugas Pelindo.
Sebagai informasi, goro yang diinisiasi Dispar Kota Tanjungpinang dengan melibatkan Pelindo, KSOP serta Damkar dan DLH Kota Tanjungpinang sempat terhenti.
Hal itu karena petugas Damkar dan DLH kesulitan mengevakuasi limbah bangunan yang letaknya berada di dalam saluran drainase bawah bangunan kantor KSOP.
Penulis : Angga


Comment