Tanjungpinang, suarakepri.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengambil langkah strategis untuk menjaga konektivitas udara Tanjungpinang di tengah dinamika operasional maskapai Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).
Sebagai bentuk solusi konkret, Ansar mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memprioritaskan penerbangan dari Bandara RHF dengan menggunakan maskapai nasional, khususnya Garuda Indonesia.
Kebijakan tersebut ditegaskan Ansar sebagai komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan transportasi udara di ibu kota provinsi. Menurutnya, dukungan internal pemerintah menjadi faktor penting agar maskapai tetap memiliki dasar ekonomi untuk bertahan.
“Pemerintah harus hadir memberi solusi. Salah satunya dengan memastikan pergerakan penumpang tetap terjaga. ASN kita wajib memprioritaskan penerbangan dari RHF,” ujar Ansar usai Launching Kemas 2026 di SMAN 2 Tanjungpinang, Selasa (27/1/2026).
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov Kepri akan melakukan penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) perjalanan dinas agar selaras dengan harga tiket Garuda Indonesia. Dengan penyesuaian itu, ASN tidak lagi memiliki kendala administratif dalam menggunakan maskapai nasional.
“SSH akan kita sesuaikan. Garuda menjadi pilihan yang bisa digunakan pegawai. Ini langkah nyata agar penerbangan dari RHF tetap berjalan,” tegasnya.
Selain itu, Ansar juga menekankan kewajiban bagi ASN Pemprov Kepri yang bertugas di wilayah Tanjungpinang dan Bintan untuk berangkat dan tiba melalui Bandara RHF, bukan melalui bandara lain seperti Batam.
“Kalau ingin bandara ini hidup, kita sendiri yang harus memberi contoh. Pegawai kita harus berangkat dari RHF, jangan lewat Batam,” kata Ansar.
Gubernur Ansar menilai kondisi penerbangan di RHF masih memiliki potensi besar. Berdasarkan evaluasi terakhir, tingkat keterisian penumpang (load factor) Garuda Indonesia di Bandara RHF tercatat rata-rata 75 persen.
“Angka itu memang sedikit di bawah rata-rata Garuda sekitar 80 persen, tapi ini menunjukkan pasar masih ada. Dengan dukungan kebijakan dan konsistensi, saya yakin penerbangan bisa tetap bertahan,” ujarnya.
Sebagai langkah pendukung, Pemprov Kepri juga terus mendorong penyelenggaraan berbagai event dan kegiatan berskala regional maupun nasional di Tanjungpinang guna meningkatkan arus kunjungan dari luar daerah.
“Ini bukan hanya soal bandara, tetapi soal menjaga marwah ibu kota provinsi. Konektivitas harus terjaga agar ekonomi daerah terus bergerak,” pungkas Ansar.

Comment