Kijang, SuaraKepri.com – Suasana di kawasan Taman Kota Kolam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, mendadak berubah layaknya negeri sakura. Memasuki bulan Maret ini, pohon Sakura yang tumbuh subur di sekitar area kolam pujasera mulai mekar sempurna, menciptakan pemandangan merah muda yang memanjakan mata.
Fenomena tahunan ini menjadi daya tarik luar biasa bagi warga setempat maupun wisatawan dari luar daerah, termasuk warga Tanjungpinang yang sengaja datang untuk mengabadikan momen langka ini.
Pantauan di lokasi, tampak para pengunjung memanfaatkan keindahan bunga yang rontok di bawah pohon untuk berswafoto. Salah satu momen yang paling sering terlihat adalah kebersamaan adik dan kakak yang asyik berpose di bawah rimbunnya kelopak bunga yang berguguran, menciptakan suasana hangat di tengah teriknya cuaca Bintan.
“Rasanya seperti tidak sedang di Kepri. Kalau bunganya sedang mekar lebat seperti ini, suasananya persis seperti musim semi di Jepang atau Korea,” ujar salah satu pengunjung yang sedang asyik memotret buah hatinya di bawah pohon.
Dipicu Cuaca Panas Berbeda dengan Sakura di Jepang yang mekar setelah musim dingin, Sakura di Kijang atau yang secara teknis sering disebut sebagai jenis Tabebuia atau Sakura Mikro ini justru terpicu mekar saat cuaca panas terik (musim kemarau). Semakin tinggi intensitas cahaya matahari, maka kuncup bunga akan semakin cepat bermekaran secara serempak.
Keberadaan pohon ini sudah menjadi ikon bagi Kota Kijang selama puluhan tahun. Konon, keberadaannya tidak terlepas dari sejarah panjang masa kejayaan pertambangan di wilayah tersebut yang membawa bibit pohon ini hingga tumbuh subur hingga sekarang.
Momen Singkat yang Berharga Bagi masyarakat yang ingin menikmati pemandangan ini, disarankan untuk segera datang dalam waktu dekat. Pasalnya, masa mekar bunga Sakura Kijang tergolong singkat, yakni hanya bertahan sekitar satu hingga dua minggu sebelum kelopaknya rontok sepenuhnya.
Bagi para pecinta fotografi maupun pengguna drone, momen pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 WIB adalah waktu terbaik untuk mendapatkan pencahayaan alami yang sempurna tanpa mengurangi kontras warna merah muda yang cerah.
Mari kunjungi dan jaga keasrian Taman Kota Kijang dengan tidak merusak dahan atau membuang sampah sembarangan di lokasi wisata ikonik ini.


Comment