Promo FBS
FBS Reliable Broker
Bintan

PKK Kepri Gelar Pasar Murah Serentak Jaga Harga Pangan Ramadhan

198
×

PKK Kepri Gelar Pasar Murah Serentak Jaga Harga Pangan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (11/03). /F: Ist

Bintan, suarakepri.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Riau turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional, Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan yang disiarkan langsung melalui TVRI Pusat Senayan dan 31 stasiun TVRI daerah di seluruh Indonesia ini digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa lonjakan kebutuhan pangan pokok setiap memasuki bulan puasa dan lebaran merupakan fenomena tahunan yang harus diantisipasi sejak dini. Permintaan yang melonjak tanpa diimbangi kecukupan pasokan, menurutnya, kerap berujung pada kenaikan harga yang memberatkan rumah tangga.

“Gerakan Pangan Murah Serentak ini merupakan langkah nyata dan strategis yang sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya permintaan,” ujar Dewi Kumalasari di Bintan, Rabu (11/3/2026).

Lebih jauh, Dewi menegaskan peran strategis PKK melalui 10 Program Pokoknya, khususnya di bidang pangan dan penguatan ketahanan keluarga. Ia mengajak seluruh kader PKK di Kepri—terutama di Kabupaten Bintan—untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal, pengelolaan konsumsi rumah tangga yang sehat, serta upaya menekan pemborosan pangan.

Urgensi kegiatan ini semakin terasa mengingat kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari 2.408 pulau dengan luas wilayah laut mencapai 96 persen. Ketergantungan pada jalur laut membuat rantai pasok bahan pokok rentan terganggu, terutama saat musim angin kencang yang biasa terjadi pada kuartal pertama tahun. Sebagian besar kebutuhan pangan Kepri pun masih mengandalkan pasokan dari luar provinsi, termasuk Sumatera dan Jawa, sehingga gangguan distribusi langsung berdampak pada fluktuasi harga di tingkat konsumen.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd., saat mengunjungi pasar murah.

Menghadapi tantangan tersebut, Dewi mendorong sinergi yang lebih erat antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, dan TVRI Kepulauan Riau. GPM di Kepri sendiri merupakan buah kolaborasi antara TP-PKK Provinsi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, serta TVRI setempat. Keterlibatan TVRI dinilai memberikan nilai tambah karena siaran langsung menjadi sarana edukasi publik sekaligus mendorong transparansi harga di 31 daerah secara bersamaan.

Pada skala nasional, GPM merupakan program rutin Bapanas yang diintensifkan setiap menjelang hari besar keagamaan, mencakup operasi pasar murah, penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP), dan fasilitasi distribusi dari sentra produksi ke daerah yang mengalami tekanan harga. Catatan Bapanas menunjukkan bahwa pada Ramadhan 1446 H lalu, harga beras premium nasional sempat menembus Rp 15.000–Rp 16.000 per kilogram, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pengalaman itulah yang mendorong pemerintah mempercepat intervensi stabilisasi harga sejak sebelum Ramadhan 1447 H dimulai.

Efektivitas pendekatan siaran langsung pun mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Pengamat kebijakan pangan dari Universitas Riau mencatat bahwa operasi pasar yang ditayangkan langsung di televisi publik terbukti lebih ampuh meredam spekulasi pedagang, karena masyarakat memperoleh informasi harga secara real-time dan dapat segera memanfaatkan pasar murah terdekat di wilayah mereka.

Dewi Kumalasari berharap GPM tidak berhenti sebagai ajang sesaat, melainkan menjadi pemantik kesadaran jangka panjang akan pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal. Dengan semangat gotong royong yang terus dipupuk, ia optimistis ketahanan pangan keluarga di Kepri dapat terjaga dan beban pengeluaran rumah tangga selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dapat lebih ringan.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat