Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Angka Wisman Meningkat, Tanjungpinang Fokus Tingkatkan Kualitas Wisata

65
×

Angka Wisman Meningkat, Tanjungpinang Fokus Tingkatkan Kualitas Wisata

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, suarakepri.com — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Tanjungpinang menunjukkan tren positif sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Di tengah penurunan kunjungan di sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau, Tanjungpinang justru mencatat pertumbuhan yang konsisten.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang tercatat sebanyak 4.030 kunjungan pada Januari 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 5.047 kunjungan pada Februari, dan kembali naik menjadi 5.622 kunjungan pada Maret.

Mayoritas wisman yang berkunjung ke Kepulauan Riau berasal dari Singapura, disusul Malaysia, Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Menariknya, tren kenaikan di Tanjungpinang ini terjadi ketika daerah lain seperti Batam, Bintan, dan Karimun justru mengalami penurunan jumlah kunjungan wisman. Meski demikian, secara total angka kunjungan ke Tanjungpinang masih berada di bawah ketiga daerah tersebut.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang–Bintan, Sapril Sembiring, menilai tren ini sebagai sinyal positif sekaligus momentum penting yang tidak boleh disia-siakan.

“Ini menunjukkan ada kecenderungan yang baik. Tapi jangan sampai kita cepat berpuas diri. Justru ini harus menjadi pemicu bagi pemerintah untuk lebih kreatif dalam membangun dan mengembangkan daya tarik wisata,” ujar Sapril, Rabu (6/5).

Sapril menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Tanjungpinang. Salah satunya adalah pengaturan jadwal transportasi laut, khususnya kapal feri internasional.

Ia mencontohkan, jadwal kedatangan kapal dari Malaysia yang umumnya tiba pada sore hari, sementara jadwal keberangkatan kembali pada pagi hari. Kondisi ini membuat wisman memiliki waktu terbatas untuk menikmati destinasi wisata di Tanjungpinang, terutama bagi wisatawan dengan paket perjalanan singkat.

“Dengan waktu yang sempit, ditambah tarif yang relatif lebih mahal dan perjalanan yang lebih lama, wisman cenderung memilih Batam sebagai tujuan. Apalagi kita juga belum memiliki daya tarik wisata malam yang kuat,” jelasnya.

Menurut Sapril, kondisi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan ulang (repeat visit) wisatawan. Ia mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk membuka komunikasi dengan operator kapal dan otoritas pelabuhan guna menyesuaikan jadwal yang lebih ramah wisatawan.

Selain itu, pelaku usaha pariwisata juga siap mendukung pengembangan sektor ini, termasuk melalui peningkatan kualitas layanan dan pengayaan destinasi wisata.

“Kalau ada atraksi wisata yang terjadwal secara rutin, tentu kita bisa menawarkan paket wisata yang lebih menarik. Tidak hanya mengandalkan Pulau Penyengat, tapi juga mengembangkan kawasan lain seperti Tepi Laut dan Gedung Gonggong,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mulai memetakan potensi dan tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata.

Melalui kerja sama dengan Bappenas RI, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar forum diskusi internal yang melibatkan Bapelitbang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta para camat dan lurah. Diskusi tersebut dilaksanakan langsung di salah satu destinasi unggulan, Pulau Penyengat.

“Langkah awal ini untuk memvalidasi potensi, peluang, sekaligus hambatan yang ada. Setelah itu, kami akan melibatkan pelaku usaha dan stakeholder lainnya. Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri, harus melalui kolaborasi,” ujar Zulhidayat.

Ia menegaskan, sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, sehingga perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Tanjungpinang kini berada di persimpangan penting: memanfaatkan momentum untuk berbenah, atau tertinggal di tengah persaingan destinasi wisata regional yang semakin ketat.

Comment

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat