Bintan, suarakepri.com — Sebanyak 40 peserta Sekolah Lansia Rumah Bahagia Bintan dijadwalkan mengikuti wisuda pada September 2026. Momentum tersebut menjadi salah satu capaian dari program pembelajaran bagi kelompok lanjut usia yang dikembangkan Rumah Bahagia Bintan, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.
Ketua Yayasan Rumah Bahagia Bintan, Fiven Sumanti, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti program tersebut akan menjalani prosesi wisuda setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan Sekolah Lansia.
“Insya Allah bulan depan wisuda,” ujar Fiven saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Fiven memastikan sebanyak 40 peserta akan mengikuti wisuda tersebut.
“40 orang,” katanya.
Sekolah Lansia menjadi salah satu kegiatan yang dikembangkan Rumah Bahagia Bintan untuk memberikan ruang bagi para lansia agar tetap aktif, belajar dan berinteraksi di tengah kehidupan mereka di usia senja.
Program tersebut tidak hanya menempatkan lansia sebagai penerima pelayanan, tetapi juga mendorong mereka untuk tetap memiliki aktivitas yang dapat mendukung kesehatan, kemandirian dan kehidupan sosial.
Sejak dikukuhkan pada April 2026, Sekolah Lansia Rumah Bahagia Bintan menjadi wadah bagi para peserta untuk mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan pembinaan. Kehadiran program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses belajar dan pengembangan diri tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Bagi Rumah Bahagia Bintan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang membuat lansia tetap aktif dan memiliki ruang untuk berkegiatan bersama.
Rencana wisuda 40 peserta pada September mendatang pun menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas semangat para lansia yang telah mengikuti rangkaian kegiatan Sekolah Lansia.
Keberadaan program tersebut juga mendapat perhatian dalam kunjungan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Manthovani ke Rumah Bahagia Bintan pada 26 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, JAM-Intel melihat langsung aktivitas dan pelayanan yang diberikan kepada para lansia. Rumah Bahagia Bintan bahkan dinilai layak menjadi salah satu percontohan nasional dalam memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia.
Fiven menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan penilaian tersebut.
“Kami terima kasih atas kunjungan Bapak Prof. JAM-Intel ke Rumah Bahagia dan terima kasih penilaiannya terhadap Rumah Bahagia sebagai percontohan nasional,” ujarnya.
Menurut Fiven, perhatian terhadap lansia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagaimana memberikan kesempatan kepada mereka untuk tetap sehat, aktif, mandiri dan memiliki kegiatan yang positif.
Melalui Sekolah Lansia, Rumah Bahagia Bintan berupaya menghadirkan pendekatan tersebut dalam bentuk kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial.
Wisuda 40 peserta pada September nanti diharapkan tidak menjadi akhir dari aktivitas para lansia, melainkan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus menjalani kehidupan secara aktif dan produktif.
Program ini sekaligus menjadi gambaran bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti untuk belajar, berkarya dan berinteraksi. Di Rumah Bahagia Bintan, para lansia tetap diberikan ruang untuk tumbuh bersama dan menikmati masa senja dengan kegiatan yang positif.



Comment