TANJUNGPINANG, SuaraKepri.com – Bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau, logistik pangan adalah urusan nyawa. Satu hari keterlambatan kapal, satu celah dalam pengawasan, bisa berujung pada lonjakan harga yang menusuk kantong masyarakat. Di tengah komitmen nasional menjaga ketahanan pangan, Anggota DPD RI, Ir. H. Ria Saptarika, M.Eng., turun langsung ke jantung distribusi cadangan beras nasional.
Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran DPD RI bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Cabang Kota Tanjungpinang. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan konstitusional untuk memastikan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) benar-benar dalam kondisi prima dan siap disalurkan. Sebelumnya, langkah serupa juga telah dilakukan Ria Saptarika di Kota Batam pada 28 Juli lalu, menandakan keseriusan pemantauan yang berkelanjutan bagi seluruh wilayah strategis di Kepri.
Kabar Baik di Tengah Gudang: Stok Aman Hingga Akhir Tahun
Dari hasil penelusuran langsung di lapangan, tim DPD mendapat kabar yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data dan perhitungan fisik di gudang, stok beras di Tanjungpinang diprediksi masih akan bertahan dengan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan. Angka ini memberikan napas lega bagi masyarakat, terutama menjelang akhir tahun yang kerap dihadapkan pada cuaca ekstrem dan potensi gangguan distribusi laut.
Namun, tim tidak hanya puas dengan angka di atas kertas. Ria Saptarika dan rombongan menyisir setiap sudut gudang dengan teliti, melakukan pengecekan kualitas secara manual. Mulai dari butiran beras premium hingga produk olahan pangan lokal seperti Befood Ultarami, semuanya diperiksa fisiknya untuk memastikan tidak ada penurunan mutu selama masa penyimpanan.
Mesin Modern dan Tata Kelola yang Akuntabel
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah proses pengolahan dan pemilahan beras yang kini menggunakan teknologi modern Total Solution. Rombongan menyaksikan sendiri bagaimana mesin canggih ini bekerja memilah kualitas bulir beras, memastikan bahwa hanya produk terbaik yang sampai ke tangan konsumen saat program bantuan atau operasi pasar digelar.
Selain itu, tim juga memeriksa secara mendalam kondisi pergudangan dan tata letak stok, memastikan sirkulasi udara berjalan baik dan bebas dari hama. Tidak hanya beras, komoditas strategis lainnya seperti Minyakita juga turut menjadi perhatian. Rombongan memastikan stok minyak goreng rakyat tersebut tersimpan dengan layak dan siap didistribusikan kapan pun dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.
Dialog Langsung dengan Ujung Tombak Distribusi
Suasana hangat namun serius tercipta saat Ria Saptarika duduk berdialog dengan jajaran pengelola Bulog setempat. Diskusi mengalir mengenai tantangan distribusi antar pulau, efisiensi biaya logistik, hingga kesiapan menghadapi musim paceklik. Ria menekankan bahwa pengawasan seperti ini penting agar tidak ada komoditas yang “terlantar” di gudang dalam kondisi buruk, atau malah tersimpan terlalu lama hingga mengurangi nilai gizinya.
“Kami di DPD RI tidak ingin hanya mendengar laporan dari balik meja. Kami harus mencium aroma bulir berasnya, melihat langsung alat pemilahnya, dan mendengar keluhan teknis dari para pelaksana di lapangan. Pengawasan yang nyata adalah kunci agar cadangan pangan kita benar-benar menjadi benteng, bukan hanya sekadar simbol,” tegas Ria Saptarika di sela-sela peninjauan.
Apresiasi untuk Pahlawan Pangan Kepri
Di akhir kunjungan, Ria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bulog Cabang Tanjungpinang serta jajaran yang telah bekerja tanpa lelah di Batam. Komitmen mereka dalam menjaga kualitas, akuntabilitas, dan kesiapan distribusi di tengah keterbatasan geografis patut diberikan penghargaan.
Ke depan, diharapkan sinergi antara Dewan Perwakilan Daerah dan Bulog semakin solid. Tata kelola pangan yang transparan dan tangguh bukanlah mimpi, melainkan keharusan. Dengan pengawasan yang terus digaungkan, masyarakat Kepri dapat tersenyum tenang, karena pangan di lumbungnya aman, dan kebutuhan perutnya terjamin.
Mari bersama bangun ketahanan pangan dari hulu ke hilir, dimulai dari keberanian turun ke gudang, bukan sekadar mendengar dari kejauhan. Sebab, kesejahteraan rakyat adalah ukuran utama keberhasilan bangsa.


Comment