Promo FBS
FBS Reliable Broker
Tanjungpinang

Isu Pejabat dan Pegawai RSUD Tanjungpinang Menginap di Kamar Pasien Saat Blackout, Manajemen Beri Klarifikasi

44
×

Isu Pejabat dan Pegawai RSUD Tanjungpinang Menginap di Kamar Pasien Saat Blackout, Manajemen Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
RSUD Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, suarakepri.com, – Dugaan penggunaan kamar pasien oleh sejumlah pejabat dan pegawai RSUD Kota Tanjungpinang bersama keluarga saat pemadaman listrik blackout menjadi sorotan. Manajemen rumah sakit membantah anggapan yang berkembang dan menyatakan kamar pasien saat itu dalam kondisi penuh.

Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah pejabat, perawat, dan pegawai RSUD diduga menempati kamar pasien sejak Senin malam saat pemadaman listrik terjadi. Mereka disebut membawa anggota keluarga untuk menginap, termasuk di kamar VIP.

“Sejak Senin malam, saat pemadaman hari pertama, mereka sudah menggunakan kamar-kamar pasien dengan membawa keluarga. Padahal, kamar itu peruntukannya untuk pasien,” ujar seorang sumber Informasi yang dimuat media inforakyat.com, Rabu (14/10/2026).

Sumber tersebut juga menduga adanya penyampaian informasi terbatas kepada petugas penerimaan pasien. Menurutnya, masih terdapat sekitar delapan hingga sembilan kamar yang tersedia, tetapi informasi yang disampaikan hanya menyebut dua kamar.

“Yang seharusnya masih ada delapan atau sembilan kamar, mereka bilang hanya tersedia dua ruangan agar tidak terlalu mencolok atau ketahuan,” ungkapnya.

Namun, dugaan penggunaan kamar oleh pegawai bersama keluarga serta informasi mengenai ketersediaan kamar tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Menanggapi isu itu, Plt Direktur RSUD Kota Tanjungpinang, Dedy Arman, SE., M.Ak., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian tersebut bermula ketika seorang dokter selesai melakukan operasi saat listrik padam. Dokter itu kemudian beristirahat sementara di ruang jaga.

“Mungkin karena kondisi sedang blackout sehingga membuat asumsi ini menjadi liar di tengah masyarakat. Padahal, sampai saat ini ruangan untuk pasien memang penuh,” kata Dedy.

Ia menyatakan pihak rumah sakit siap menunjukkan kondisi ketersediaan ruangan untuk menjelaskan situasi sebenarnya.

“Jika memang tidak percaya, kami bisa membuktikannya kalau memang ruangan penuh,” ujarnya.

Dedy juga menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan, bukan tempat menginap bagi orang sehat tanpa kepentingan medis.

“Bagi kami, rumah sakit bukan tempat untuk orang sehat. Kami tidak akan membawa keluarga kami yang sehat ke rumah sakit hanya untuk menginap tanpa ada urusan yang penting. Karena kami tahu betul mengenai dampak dari menginap di rumah sakit,” katanya.

Untuk memastikan duduk perkara, diperlukan pencocokan data tempat tidur yang tersedia dan terisi selama pemadaman, catatan penggunaan kamar, serta keterangan petugas penerimaan pasien. Langkah tersebut penting untuk menguji kesesuaian antara informasi yang disampaikan manajemen dan dugaan yang beredar di masyarakat.

Penggunaan kamar pasien di luar kepentingan medis, apabila terbukti, juga perlu dievaluasi karena berpotensi mengurangi akses pasien terhadap tempat tidur, mengganggu privasi, dan menambah aktivitas orang yang tidak berkepentingan di area perawatan.

Selain itu, lingkungan rumah sakit memiliki risiko paparan infeksi yang perlu diperhatikan. Karena itu, akses dan penggunaan fasilitas perawatan harus tetap mengutamakan keselamatan pasien serta penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUD menyatakan kamar pasien dalam kondisi penuh dan menilai isu yang berkembang dipengaruhi situasi blackout. Sementara itu, dugaan penggunaan kamar oleh pegawai bersama keluarga serta dugaan pembatasan informasi ketersediaan kamar belum terverifikasi secara independen.

Redaksi suarakepri.com tetap membuka ruang bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan keterangan dan bukti pendukung demi memastikan informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai fakta di lapangan.

Comment