Promo FBS
FBS Reliable Broker
Suara Kepri

Rudy Chua Sebut Cadangan Listrik Bintan-Tanjungpinang 19 MW, PLN Pastikan Sistem Tetap Stabil

15
×

Rudy Chua Sebut Cadangan Listrik Bintan-Tanjungpinang 19 MW, PLN Pastikan Sistem Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua. /F: Dokumen Pribadi.

Kepri, suarakepri.com – Pasokan listrik di Pulau Bintan dan Kota Tanjungpinang berangsur pulih setelah gangguan sistem kelistrikan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026). Meski PLN menyatakan pasokan telah pulih, masyarakat masih membutuhkan kepastian bahwa sistem kelistrikan benar-benar stabil dan pemadaman tidak kembali terjadi.

Anggota DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua, menyampaikan bahwa pasokan listrik dari Batam telah mencapai 75 megawatt (MW). Jika ditambah kapasitas pembangkit lokal sebesar 37 MW, total daya yang tersedia diperkirakan mencapai 112 MW, sementara beban puncak pemakaian listrik Bintan dan Tanjungpinang disebut sebesar 93 MW. Dengan perhitungan tersebut, terdapat potensi cadangan daya sebesar 19 MW.

Melalui unggahan media sosialnya, dirinya menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan kelistrikan. Namun, angka pasokan dan cadangan daya itu masih perlu dikonfirmasi kepada PLN untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi operasional terkini.

“Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada gangguan apapun lagi kedepan sehingga kita bersama keluarga bisa beristirahat dg nyenyak dan berkualitas malam ini untuk hari esok yg lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menegaskan bahwa pemulihan pasokan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kestabilan sistem.

“Air Raja akan tetap dioperasikan sampai supply dari Batam benar-benar stabil. Karena kita takutkan, nanti terjadi lagi kolaps,” kata Rully, Rabu (14/10/2026).

Infografis

Berdasarkan infografis pemulihan PLN UID Riau dan Kepulauan Riau per Rabu (14/10/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 31 dari 32 penyulang dan 848 dari 850 gardu distribusi telah kembali menyala. Dari total 173.681 pelanggan terdampak, sebanyak 173.493 pelanggan telah kembali menikmati listrik, sedangkan 188 pelanggan masih tercatat padam.

Data tersebut juga mencatat 75,3 MW dari total 75,9 MW beban terdampak telah pulih, dengan sisa beban padam sebesar 0,6 MW.

Dalam keterangan resmi yang diberitakan pada Rabu (14/10/2026), Rully menyatakan pasokan listrik di Pulau Bintan telah pulih 100 persen. PLN juga menyebut pemantauan tetap dilakukan untuk menjaga keandalan sistem setelah pemulihan.

Perbedaan antara pernyataan pemulihan 100 persen dan data infografis yang masih mencatat pelanggan terdampak perlu dilihat berdasarkan waktu pembaruan serta cakupan pelaporannya.

Bagi masyarakat, pemulihan listrik bukan hanya soal jaringan kembali menyala, melainkan juga kepastian pasokan yang stabil untuk kebutuhan rumah tangga, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Karena itu, PLN diharapkan terus menyampaikan perkembangan kondisi sistem secara terbuka, termasuk apabila masih ada wilayah yang mengalami gangguan.

Dengan pasokan dari Batam yang kembali mengalir dan pembangkit lokal yang tetap dioperasikan, pemulihan kelistrikan Bintan dan Tanjungpinang menunjukkan perkembangan positif. Namun, kepastian cadangan daya dan keandalan sistem tetap menjadi hal penting untuk mencegah terulangnya pemadaman meluas.

Comment