banner 728x250

Kasus Dugaan Dana Hibah KONI Bengkalis, Mantan Ketua Cabor PABBSI Bengkalis Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Share

BENGKALIS, SuaraKepri.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menetapkan tersangka dari mantan cabang olahraga (Cabor) Persatuan Angkat Besi, Angkat berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) dari kasus dugaan dana hibah korupsi KONI Bengkalis tahun 2019 sebesar Rp12 miliar.

banner 336x280

Bahwa pada hari ini, Rabu (28/7/2021) Kejari Bengkalis melakukan gelar konferensi pers perkara penyidik tindak pidana khusus Kejari Bengkalis. Berdasarkan alat bukti yang sah, menetapkan saudara DY selaku ketua Cabor PABBSI Kabupaten Bengkalis tahun 2010 yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp. 226.846,371 (dua ratus dua puluh enam juta delapan ratus empat puluh enam ribu tiga ratus tujuh puluh satu rupiah) atau sejumlah tersebut.

Demikian hal ini disampaikan oleh Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti, SH, MH diruangan Kasi Pidsus, Kantor Kejari Bengkalis.

Adapun perbuatan tersangka selaku ketua cabor PABBSI, bahwa pada tahun 2019 cabang olahraga PABBSI mendapatkan dana hibah dari KONI Bengkalis yang bersumber dan APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2019 sebesar Rp 326.200.000 (tiga ratus dua puluh enan juta dua ratus ribu rupiah).

Yang diterima dalam dua tahap yaitu, tahap pertama pada bulan Juni 2019 sebesar Rp 177.000.000, dan tahap II pada bulan Desember 2019 sebesar Rp 149.200.000.

Bahwa dalam kemudian dana hibah yang telah diterima tersebut dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya sebagimana mestinya sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah,
(NPHD), melainkan dana yang telah diterima oleh tersangka dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti menuturkan,  untuk menutupi perbuatan tersangka, DY telah membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) Fiktif, dan alat bukti yang telah diamankan 1 unit Laptop,” ungkap Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti didampingi Kasi Pidsus Juprizal, Kasi BB Doli Novaisal, Kasi Intelijen Isnan dan penyidik Kejari Bengkalis.

Selama 6 bulan berjalan dan telah melakukan pemeriksaan terkait kasus cabor PABBSI di bawah naungan KONI Bengkalis, ada sebanyak 20 orang saksi telah dipanggil. Namun, penetapan tersangka inisial DY saat ini tidak hadir, dengan alasan yang bersangkutan dalam kondisi sakit.

Lanjutnya, menghimbau yang berangkutan DY agar kooperatif. Jika tersangka tidak kooperatif dalam waktu dekat ini akan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Bengkalis.

Sementara, Kasi Tindak Pidana Khusus Jufrizal, pengurus KONI Bengkalis dan cabor lainnya dalam waktu dekat ini akan kita panggil.

“Apakah itu sebagai saksi atau pun tersangka,” tegas Jufrizal.

Bahwa terhadap tersangka dikenakan pasal yaitu, pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Alatau pasal (3) Jo pasal (18) UURI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UURI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kuhpidana, yang dapat merugikan keuangan negara (daerah atau perekonomian negara atau daerah).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *