Anambas, SuaraKepri.com – Jalan provinsi yang melintasi Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, saat ini menjadi perhatian serius pemerintah desa. Hal ini menyusul sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara kendaraan roda dua dengan hewan ternak milik warga yang berkeliaran di jalan umum.
Kepala Desa Mampok, Darmawizar, menyampaikan himbauan kepada masyarakat khususnya Dusun I agar lebih disiplin dalam menjaga hewan peliharaan. Hewan ternak seperti sapi, kambing dan hewan ternak lainnya. diminta untuk tidak dilepas bebas di jalan raya, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang dapat membahayakan baik pengguna jalan maupun pemilik ternak.
“Sudah ada beberapa kasus kecelakaan di jalan provinsi ini karena hewan ternak yang tiba-tiba menyeberang atau berada di badan jalan. Kami minta warga lebih berhati-hati dan menjaga hewan peliharaannya dengan baik,” ujar Darmawizar.
Selain itu, Kepala Desa juga menyoroti kebiasaan anak-anak yang sering bermain sepeda di jalan raya. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena jalan provinsi merupakan jalur lalu lintas yang ramai setiap harinya.
“Banyak pengendara yang menyampaikan keluhan karena anak-anak sering bermain sepeda di jalan. Kami harap para orang tua bisa menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Jalan provinsi ini ramai kendaraan, dan kita tidak tahu kapan musibah bisa datang. Keselamatan anak-anak adalah yang utama,” tambahnya.
Untuk memperkuat himbauan tersebut, Darmawizar menekankan pentingnya peran semua pihak di tingkat dusun, rukun warga (RW), dan rukun tetangga (RT). Ia meminta para perangkat desa agar terus memberikan sosialisasi kepada warga yang memiliki hewan ternak, serta mengingatkan para orang tua agar anak-anak tidak bersepeda di jalan raya.
“Kami instruksikan kepada para Kadus, RW, dan RT untuk mengingatkan warga di lingkungannya masing-masing. Mari kita saling menjaga demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Seorang pengendara yang melintas dijalan tersebut harus tersungkur di aspal karena menghindar ayam menyebrang di jalur tersebut, Shahala Gultom, yang setiap hari melalui jalan tersebut mengatakan dirinya sering dibuat kaget dengan keberadaan hewan ternak di jalan. Ia juga beberapa kali harus mengurangi kecepatan karena ada hewan ternak dan anak-anak yang bermain sepeda di tengah jalan.
“Kalau malam hari lebih bahaya lagi, karena jarak pandang terbatas. Tidak ada lampu jalan di area tersebut, Tiba-tiba ada hewan melintas, itu bisa bikin kecelakaan. Saya gara – gara mengelak ayam, harus mengerem mendadak membuat motor saya rengsek, Bukan cuman hewan, Anak – Anak sering main sepeda di tengah jalan itu buat kadang suka pengen hati – hati, saya harap warga lebih peduli,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Joko Wiyono (50), warga Desa Mampok yang berada di sekitar jalan provinsi. Ia menilai himbauan dari pemerintah desa merupakan langkah yang baik, perlu dipatuhi semua pihak dan jika masih di tak digubris, ia berharap pemerintah Desa membuatkan Perdes untuk para peternak.
“Kalau ternak dijaga dan anak-anak tidak main sepeda di jalan raya, insyaallah aman. Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Kades, ini untuk kebaikan bersama, apa lagi dibuatkan sangsi hukum untuk para peternak dan yang melanggar,” ujarnya.
Dengan adanya himbauan ini, pemerintah desa berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya. Kerja sama antara pemerintah desa, perangkat dusun, orang tua, serta seluruh warga diyakini dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua. (Yudi)


Comment