Promo FBS
FBS Reliable Broker
Anambas

Rumah Warga Palmatak Roboh karena Air Rob, Pemilik Akui Kelalaian

228
×

Rumah Warga Palmatak Roboh karena Air Rob, Pemilik Akui Kelalaian

Sebarkan artikel ini
Inilah kondisi rumah yang roboh akibat banjir air rob./Yudi

Anambas, SuaraKepri.com – Cuaca ekstrem berupa banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas dalam beberapa hari terakhir menyebabkan satu unit rumah warga roboh di Desa Ladan, RT 004 RW 002, Kecamatan Palmatak, Minggu (14/12/2025) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang mendengar suara keras menyerupai kayu patah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui rumah tersebut roboh dan sebagian bangunannya terbenam akibat terjangan air pasang.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas menerima laporan dari masyarakat setempat sekitar pukul 09.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kecamatan Palmatak bersama unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian.

Koordinator Lapangan (Korlap) TRC BPBD Kecamatan Palmatak, Yerry Erens Matakena, mengatakan bahwa kita langsung koordinasi dengan RT dab Pihak PLN untuk mematikan saklar lampu, setelah itu pihaknya segera melakukan evakuasi dan pengamanan barang-barang milik korban.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi, mendatangi rt setempat dan pihak pln, setelah kelar kita mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Yerry saat dihubungi awak media.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini barang – barang korban kita bawa kerumah singgah sementara beliau tinggal dirumah singgah.

Proses evakuasi berlangsung sejak pukul 09.10 WIB hingga 11.00 WIB. Sejumlah barang yang berhasil diamankan di antaranya dokumen penting, pakaian, serta peralatan rumah tangga milik korban.

Berdasarkan keterangan sementara, robohnya rumah diduga disebabkan oleh kondisi beberapa tiang bangunan yang sudah tidak kokoh dan sebagian tidak lagi tertancap kuat di dasar tanah. Selain itu, terpaan ombak dan air pasang dalam beberapa hari terakhir turut memicu pergeseran tiang dan batu alas rumah.

Pemilik rumah, Kohi, mengakui bahwa kondisi bangunan memang sudah miring sejak beberapa waktu lalu akibat sering terendam air pasang, namun perbaikan belum sempat dilakukan.

“Ini kelalaian saya sendiri. Dari awal memang sudah miring karena air pasang, tapi pengerjaannya ditunda,” ungkap Kohi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Madison, S.Pd, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan penanganan darurat telah dilakukan sesuai prosedur.

“BPBD melalui TRC di lapangan telah melakukan penanganan cepat, mulai dari evakuasi korban, pengamanan barang, hingga kaji cepat untuk mendata dampak dan kerugian. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Madison.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir agar lebih waspada terhadap ancaman banjir rob dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kami mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan, khususnya rumah panggung di pesisir, agar rutin memeriksa kondisi tiang dan struktur bangunan. Jika terjadi situasi darurat, segera laporkan ke BPBD atau aparat setempat,” tegasnya.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, korban terpaksa mengungsi ke tempat tinggal sementara. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi pakaian, selimut, dan kasur.

Penanganan kejadian melibatkan TRC BPBD Palmatak, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Palmatak, serta masyarakat setempat. BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas juga telah melakukan kaji cepat untuk mendata waktu dan lokasi kejadian, penyebab, serta kerugian material berupa satu unit rumah warga yang roboh.

“Hingga laporan ini disusun, proses evakuasi telah selesai. Seluruh barang milik korban sudah dipindahkan ke tempat aman dan situasi di lokasi kejadian dalam kondisi terkendali,” tutup Madison.

Penulis : Yudi

Comment