banner 728x250

Dirreskrimsus Polda Kepri Gelar Konferensi Pers Terkait Kelangkaan BBM di Batam

  • Share

BATAM, suarakepri.com – Direktur Reskrim Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK menggelar Konferensi Pers terkait kelangkaan BBM di Kota Batam, pada hari Kamis, 15 November 2018, pukul 15.30 wib di Pendopo Polda Kepri.

Disampaikan Rustam, bahwa tujuan Polda Kepri mengundang pihak-pihak terkait karena memang tugas bersama untuk menjelaskan kepada Masyarakat agar tidak terjadia kepanikan.

banner 336x280

“Polda bekerja sama dengan stakeholder yang ada untuk mengatasi situasi yang dialami saat ini yaitu, panjangnya antrian BBM di beberapa tempat di SPBU Kota Batam,” ungca Kombes Pol. Rustam.

Juga, lanjutnya, sebagai informasi bahwa pertumbuhan kendaraan di Kota Batam hasil koordinasi dengan Dit Lantas adalah berkisar di angka 2 Ribu sekian perbulannya.

“Kita menghimbau dan menjelaskan kepada masyarakat agar dapat tenang terhadap situasi seperti ini,” Harapnya.

Kata Kombes Pol. Rustam, dengan melihat antrian yang panjang, Polda Kepri langsung Proaktif melakukan pengecekan di lapangan, jika didalam istilah Kepolisian hal seperti ini merupakan adanya Potensi Gangguan, sebelum menjadi ambang gangguan apalagi gangguan nyata.

“Oleh sebab itu kita lakukan pengecekkan dan melakukan koordinasi dengan Pertamina.
Jika ada permainan disana kita akan melakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggaran nya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Region, Oos Kosasih, Pertamina menjelaskan, sesuai dengan Undang-undang no 22 tahun 2001, pertamina ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan BBM jenis Solar Bersubsidi sesuai dengan kebutuhan Masyarakat.Terkait panjangnya antrian belakangan ini adalah pertamina sedang menormalisasi sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Karena kami melihat dengan angka 89 kilo liter perhari untuk data kebutuhan di tahun 2017, pada tahun 2016 hanya 86 kilo liter perhari dibandingkan dengan sekarang sebanyak 142 kilo liter perhari pada bulan September 2018 itu terlalu tinggi, sehingga kita melakukan normalisasi di bulan Oktober sebanyak 119 Kilo liter perhari rata-rata,” jelasnya.

Kemudian, ia sampaikan juga sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014 sudah jelas bahwa dituangkan kriteria-kriteria konsumen yang boleh gunakan solar bersubsidi.

“Agar bersama-sama kita mengedukasi masyarakat terhadap produk non subsidi seperti Dexlite, agar masyarkat mendapatkan produk yang lebih bagus,” tutupnya.

Acara Konferensi Pers tersebut dihadiri oleh :
• Dirreskrimsus Polda Kepri
• PS. Ksbbid PID Bidhumas Polda Kepri
• Kepala Region Pertamina
• Kadis Sosial yang diwakili oleh Kabid Fakir Miskin
• Kadis UKM Kota Batam
• Kadisperindag Kota Batam
• Kadishub Kota Batam
• Kadis Perikanan Kota Batam
• Para awak media

(Erial)
(Sumber : Humas Polda Kepri)

  • Share