Jokowi Serahkan Kartu di Pantai Sambau

  • Share

BATAM, SuaraKepri.com – Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Hj Iriana Jokowi beserta rombongan tiba di Bandara Hang Nadim Batam. Presiden tiba tepat pukul 13.23 WIB, Minggu (21/6). Ketibaan Presiden di Bandara Hang Nadim disambut Gubernur H Muhammad Sani, Kapolda Arman Depari, Danrem Eko M.

Begitu tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo langsung menuju Sambau Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Di Sambau, Presiden dan rombongan disambut Wakil Gubernur HM Soerya Respationo. Tampak juga hadir di Nongsa Sekdaprov Robert Iwan Loriaux, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim Siregar.

banner 336x280

Di Sambau, Presiden Jokowi akan menyerahkan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada 33 perwakilan penerima, dari 2.366 kartu yang akan diserahkan periode ini. Pemberian kartu ini agar masyarakat dapat semakin mudah memperoleh fasilitas pendidikan dan kesehatan serta menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini, seluruh masyarakat yang tidak mampu dapat memperoleh kartu ini. Kartu Indonesia Sehat bertujuan untuk meringankan beban masyarakat miskin terhadap kesehatan. Pemerintah memudahkan penggunaan kartu ini, dimana pemilik kartu hanya tinggal menunjukkan Kartu Indonesia Sehat saat sedang berobat di puskemas dan rumah sakit.

Sementara itu, Kartu Indonesia Pintar (KIP), adalah kartu yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang ingin menyekolahkan anaknya secara gratis. Kartu ini juga menjangkau anak-anak yang berada di luar sekolah misalnya anak jalanan, dan anak putus sekolah, yatim piatu, dan difabel. Kartu ini juga berlaku untuk balai-balai latihan kerja, agar dapat menjangkau anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal.

Program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dibuat untuk meningkatkan kemapuan masyarakat yang kurang mampu. Bantuan ini dituangkan dalam bentuk e-money yang secara tidak langsung akan mencegah terjadinya korupsi dalam pelaksanaannya.

[sk]

  • Share