BATAM, SuaraKepri.com – Presiden Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (21/6). Presiden Jokowi ke Batam, setelah melakukan lawatan ke Provinsi Bangka Belitung. Selama di Batam, Presiden Jokowi melakukan dialog dengan sejumlah kelompok masyarakat dan pengusaha Galangan Kapal.
Begitu tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo langsung menuju Sambau Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.
Di sini, Presiden Jokowi akan menyerahkan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada 33 perwakilan penerima, dari 2.366 kartu yang akan diserahkan periode ini Pemberian kartu ini agar masyarakat dapat semakin mudah memperoleh fasilitas pendidikan dan kesehatan serta menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini, seluruh masyarakat yang tidak mampu dapat memperoleh kartu ini. Kartu Indonesia Sehat bertujuan untuk meringankan beban masyarakat miskin terhadap kesehatan. Pemerintah memudahkan penggunaan kartu ini, dimana pemilik kartu hanya tinggal menunjukkan Kartu Indonesia Sehat saat sedang berobat di puskemas dan rumah sakit.
Sementara itu, Kartu Indonesia Pintar (KIP), adalah kartu yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang ingin menyekolahkan anaknya secara gratis. Kartu ini juga menjangkau anak-anak yang berada di luar sekolah misalnya anak jalanan, dan anak putus sekolah, yatim piatu, dan difabel. Kartu ini juga berlaku untuk balai-balai latihan kerja, agar dapat menjangkau anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal.
Program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dibuat untuk meningkatkan kemapuan masyarakat yang kurang mampu. Bantuan ini dituangkan dalam bentuk e-money yang secara tidak langsung akan mencegah terjadinya korupsi dalam pelaksanaannya. Usai menyerahkan kartu dan memberi pengarahan, Presiden Jokowi akan berdialog dengan masyarakat.
Dalam kunjungan ke Kepulauan Riau, Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Setelah menyerahkan sejumlah kartu kepada masyarakat Kepri di Sambau Pantai, Presiden Jokowi dan rombongan melakukan kunjungan ke perusahaan galangan kapal PT Anggrek Hitam Ship Building and Ship Repair.
Presiden yang fokus dalam pembangunan kemaritiman ini, melakukan peninjauan di perusahaan galangan kapal tersebut. Presiden juga akan melakukan silaturahmi dan berdialog dengan pengusaha galangan kapal di Batam. Saat ini, ada 106 perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Batam. Perusahaan-perusahaan itu, merupakan investasi dari pengusaha dalam dan luar negeri.
PT Anggrek Hitam, yang didirikan pada tahun 2008, merupakan anak perusahaan dari Holotan Pte Ltd (Singapura). Galangan kapal ini memiliki lahan seluas 10 hektar. Perusahaan ini memiliki spesifikasi untuk membuat floating cranes, accommodation barges, work barges, tug boats, self propelled barges dan supply vessels. Saat ini, pengerjaan proyek terakhir adalah kapal milik pertamina dengan kapasitas 17.500 LTDW.
Usai melakukan kunjungan ke galangan kapal, sebelum kembali ke Jakarta, Presiden akan menunaikan Shalat Isya dan Tarawih di Masjid Agung, Batam. Selama kunjungan kerja di Batam, Presiden Jokowi akan didampingi Gubernur H Muhammad Sani, Wakil Gubernur HM Soerya Respationo serta sejumlah forum komunikasi pimpinan daerah Kepri.
[sk]







Comment