Dinilai Kurang Pantas, Kepala Sekolah SMKN 1 Bintan Ambil Sikap Bijak
Bintan, suarakepri.com – Diketahui, telah terjadi indikasi perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru kepada anak muridnya, hingga terkesan adanya pembullyan dan penyebaran data pribadi, Kamis (02/09).
Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media kami dilapangan, korban merupakan pelajar disekolah SMKN 1 Bintan dijalan pasar baru, Tanjung Uban, dimana ia mendapat intimidasi dari salah seorang oknum guru berinisial IA.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh orangtua korban kepada suara Kepri, Ia menjelaskan permasalahan terjadi saat oknum wali kelas berinisial IA mempertanyakan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) kepada muridnya yang mengaku penerima PIP, kemudian korban menjawab bahwasanya kartu PIP nya belum diterimanya sampai saat ini, dan hanya memiliki buku Rekening Bank BRI.
“Menurut saya bahasa IA sebagai seorang pendidik kurang pantas untuk disampaikan kepada anak saya, yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar, bahkan bahasa IA terkesan memojokkan anak saya, sehingga teman sekelasnya juga ikut mengucilkannya,” ujar orangtua korban.
Selain melontarkan bahasa yang kurang menyenangkan, menurut orangtua korban, IA juga menyebarkan data pribadinya di grup kelas anaknya.
Demi memperjuangkan hak anaknya, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah, menurutnya, perilaku oknum guru dinilai kurang pantas, dari perlakuan tidak menyenangkan, penyebaran data pribadi, pembullyan dan secara tidak langsung menyebarkan ujaran kebencian, sehingga membuat psikis korban terganggu, bahkan takut untuk pergi kesekolah.
“Saya sudah sampaikan kepada kepala sekolah, namun kepala sekolah meminta anak saya untuk bertahan, tetapi jika guru tersebut masih mengajar anak saya, bagaimana dengan psikis anak saya, siapa yang dapat menjaminnya,” ungkap orangtua korban.
Menanggapi laporan tersebut, awak media kami langsung menghubungi Kepala Sekolah SMKN 1 Bintan, Wiharjo. Membenarkan adanya laporan dari orang tua murid yang mengakui telah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang pendidik ditempatnya.
“Benar mas, memang ada laporan tersebut, memang ada complain dari orangtua murid dengan bahasa yang berbau pembullyan, yang berkaitan dengan PIP,” ujar Wiharjo.
Atas laporan tersebut, Wiharjo juga menambahkan, akan secepat mungkin melakukan penindakan terhadap oknum guru tersebut, pihaknya akan memberikan teguran dan pembinaan terkait etika dan perilaku sebagai seorang pendidik.
“Seharusnya seorang guru bisa lebih menjaga bahasanya, agar dapat menciptakan suasana yang kondusif didalam kelas, bagaimana mungkin seorang guru dapat membuat muridnya tenang untuk belajar jika sikapnya seperti itu,” tutup Wiharjo.
Namun, pada saat awak media kami menghubungi oknum guru tersebut untuk dimintai keterangan, ia menjawab bahwasanya kejadian tersebut hanya salah paham.
“Tidak benar, hanya kesalahpahaman,” ungkapnya singkat.



Comment