banner 728x250

Dugaan Aktivitas Ilegal, Perppat Bentan Pertanyakan Legalitas

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Organisasi masyarakat Perppat Bentan mempertanyakan aktivitas kelompok tani di kawasan hutan lindung, Jalan Datuk Laksmana, Gang Kapas, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara.

Mohammad Abduh alias Oman, selaku anggota Perppat Bentan mengungkapkan adanya kelompok tani yang sedang menggarap disekitaran lahan Desa Lancang Kuning, belum memiliki izin.

banner 336x280

“Inikan lahan hutan lindung, kenapa mereka seenaknya saja melakukan aktivitas disini, dan seharusnya yang berhak untuk menggarap lahan tersebut, masyarakat tempatan,” ujar Oman, Jum’at (22/10).

Masih sambungnya, sebelumnya. Perppat Bentan bersama Pemuda Pancasila sudah pernah mempertanyakan legalitas dari kelompok tani tersebut.

Namun, ketua kelompok tani, Iwan selalu menghindar dan hanya menunjukan SK kelompok tani yang dikeluarkan oleh kepala Desa dan Camat.

“Itukan hanya berdasarkan SK, Legalitas mereka terkait pernggarapan hutan lindungnya dimana ?, Jadi. Saya minta kepada pemerintah setempat, termasuk kepala Desa, agar segera usut tuntas aktivitas ilegal yang saat ini terjadi,” tegas oman.

Ia juga menambahkan, dugaan ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat setempat, dimana, masyarakat tempatan yang sebelumnya sempat bertani disekitaran lahan, diancam dan diusir oleh Iwan.

Dilain pihak, Benget Sinaga, salah satu masyarakat dan juga petani yang pertama kali menggarap lahan tersebut, membenarkan pernyataan Mohammad Abduh alias Oman, tentang adanya ancaman dan pengusiran yang dilakukan oleh kelompok tani saat ini.

“Benar bang, kami sempat diancam oleh Iwan dengan SK yang katanya dikeluarkan oleh pak Camat, sehingga saat ini. Saya dan teman-teman Petani lainnya diusir oleh Iwan,” ujar masyarakat setempat.

Ia juga menambahkan, bahwasanya. Selain adanya ancaman dan pengusiran. Kelompok tani saat ini digarap oleh masyarakat diluar daerah Desa Lancang Kuning.

“Saya tidak kenal bang, siapa-siapa saja nama yang saat ini menggarap lahan tersebut, itu bukan warga Desa Lancang Kuning. Kalau warga disini, otomatis saya dan teman-teman lainnya pasti kenal bang,” ungkap masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan berita yang berimbang, tim media Suara Kepri, sudah berulang kali mencoba untuk menghubungi Iwan, selaku yang bertanggungjawab atas aktifitas dilokasi.

Namun, sampai saat ini belum dapat dihubungi, maupun dijumpai. Sehingga tim Suara Kepri belum mendapatkan jawaban pasti terkait kebenaran, dugaan adanya aktifitas ilegal tersebut.

  • Share