Roadshow Golkar Young Entrepreneur, Mengubah Karakter Pemuda Pemudi Bermental Pengusaha

  • Share

Bintan, suarakepri.com – Sejumlah kader Golkar mengundang para pelaku usaha dan pemuda pemudi dalam kegiatan “Roadshow Golkar Young Entrepreneur” dengan highline Pengusaha Muda, Tangguh dan Inovatif.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh para pembesar partai Golkar, yaitu Ahmad Ma’aruf Maulana yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Riski Faisal dan Ade Angga. Dengan dibuka oleh Hasriawady, S.Ip yang kerap disapa Gentong.

banner 336x280

Dalam kesempatannya, Ma’aruf menyampaikan bahwasanya dalam program ini, ingin mengajak para pemuda pemudi Kepri untuk menjadi pengusaha, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menjadi pengusaha-pengusaha tangguh, di Tempayan Kopi, Sabtu (02/07).

Nantinya setiap peserta Kabupaten/Kota akan diambil perwakilan masing-masing daerah 10 orang, yang akan dibimbing langsung dan diberikan modal dengan total Rp 500 juta.

“Saya menantang adek-adek kita untuk ikut dalam program ini, saya yakin mereka pasti bisa. Saya juga berharap agar penerus kita dapat mengubah karakter yang bermental pengusaha, bukan hanya pekerja,” pungkas Ma’aruf.

Pada saat audiensi. Perwakilan dari PT. Bintan Bahari Jaya (BBJ) dan Pelaku Usaha Ekspor Ikan menyampaikan beberapa keluhan dan meminta saran kepada Ma’aruf Amin.

Perwakilan dari PT. BBJ menyampaikan. Sebagai pelaku usaha saat ini ada hal yang sering menjadi kendala dalam setiap pengurusan administrasi di pemerintah daerah. Dimana setiap pengurusan harus memakan waktu begitu lama, bahkan pengurusan tersebut perlu memakan waktu sampai 6 bulan.

“Sistem birokrasi kita masih lemah, pengurusan administrasi saja membutuhkan waktu 6 bulan. Makanya pada saat mengalami kesulitan, saya berkonsultasi dengan Pak Hasriawady, dan akhirnya sudah diselesaikan olehnya. Jadi kami minta saran dan petunjuk kepada Pak Ma’aruf agar kedepannya pemerintah dapat mempercepat dan mempermudah pengurusan administrasi,” ujar Perwakilan PT. BBJ pada saat audiensi.

Dilain sisi. Perwakilan pengusaha ekspor Ikan, Asiong Jeki juga menyampaikan keluhan yang sama terkait administrasi, dimana pihaknya selaku pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa ekspor ikan segar ke Singapura dan Malaysia sering kali bermasalah dengan jadwal keberangkatan yang disebabkan pengurusan administrasi dari syahbandar yang dinilai lamban.

“Saat ini kami ada kendala dimasalah jam keberangkatan, sehingga menggangu khualitas Ikan segar yang harus dikirim. Biasanya setiap pengurusan baru selesai di Jam 1 atau Jam 2 malam, sehingga kami selalu kelewatan untuk mengikuti pelelangan di Singapore yang biasanya diadakan pada jam 12 Malam. Maka dari itu kami memohon untuk dibantu dan dipermudah pengurusan di Syahbandar, Bea Cukai dan Karantina agar dapat lebih dipercepat,” ujar Asiong Jeki.

Selain itu, Dirinya juga memberikan masukan dimana semua pihak harus bekerjasama dan kompak, jangan terpaku pada sistem yang kaku.

“Jika pemerintah terpaku pada sistem yang ada, kami selaku pengusaha di bidang jasa ekspor akan bermasalah, karena kami berpacu pada waktu. Seperti yang selama ini kami alami, setiap melakukan pengurusan selalu saja ada kendala dari pemerintah. Alasannya sekarang sudah online, tidak bisa manual. Jangan sampai karena permasalahan seperti ini justru menjadi penilaian buruk bagi para investor, bagaimana investor berani masuk dan bekerjasama dengan daerah, jika sistem kita masih belum maksimal,” tambah Asiong.

Menanggapi hal tersebut, Ma’aruf menyampaikan saat ini pengurusan tempat dan perizinan semuanya free, tetapi dengan ketentuan yang berlaku. Seharusnya hal tersebut juga sudah diiringi dengan mudahnya para pelaku usaha dalam mengurus administrasi dan sebagainya.

“Kebetulan saya ketua Kadin Provinsi Kepri dan sudah menggelontorkan paket ekonomi, free selama 5 tahun. Untuk masalah birokrasi memang saat ini masih terdapat kekurangan, namun saya berharap kedepannya permasalahan ini dapat ditangani,” ungkap Ma’aruf.

“Untuk pengurusan satu pintu, bercermin pada Kota Batam, jika Batam bisa kenapa Bintan tidak bisa. Kalau tidak bisa, nanti kita dudukan semua pihak yang terlibat. Ini bukan persoalan kebijakan atau sistem, tetapi bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat berjalan,” tambah Ma’aruf.

Gentong juga menambahkan, saat ini Kabupaten Bintan merupakan daerah yang memiliki potensi di bidang pertanian dan perikanan. Sehingga sudah sewajarnya pemerintah mendorong dan membantu masyarakat agar perekonomian di Bintan dapat terus maju.

“Nelayan dan Petani saat ini berpotensi untuk pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. Dulu pak ansar pernah menyebutkan akan membuat tempat pelelangan ikan, dan tempatnya di Kijang. Seharusnya ini segera dibuat dengan sistem pelayanan satu pintu, dimana setiap pengurusan sudah ada ditempat yang sama,” ungkap Gentong.

Masih sambungnya. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di pemerintah Provinsi Kepri dengan mengundang pihak Syahbandar, Beacukai, Karantina dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk mewujudkan Bintan menjadi lebih maju, ekspor ikan meningkat dan perekonomian masyarakat terpenuhi.

  • Share