Promo FBS
FBS Reliable Broker
Suara Kepri

Kapolda Kepri Tekankan Literasi Digital untuk Jaga Harmoni Sosial

130
×

Kapolda Kepri Tekankan Literasi Digital untuk Jaga Harmoni Sosial

Sebarkan artikel ini

Batam, suarakepri.com – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya literasi digital masyarakat sebagai benteng utama dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah derasnya arus informasi, khususnya di Kota Batam yang dikenal sebagai wilayah multikultural.

Menurut Asep, kemudahan akses informasi melalui media sosial dan platform digital harus diimbangi dengan sikap bijak dalam menerima serta menyebarkan konten. Ia mengingatkan bahwa informasi bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang disebarkan tanpa verifikasi berpotensi memicu konflik dan merusak kohesi sosial.

“Kepulauan Riau dibangun dari keberagaman. Batam adalah contoh nyata bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan. Karena itu, masyarakat harus cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital,” ujar Asep dalam keterangannya, Minggu (26/1).

Ia menilai, tantangan utama saat ini bukan hanya pada isi informasi, tetapi juga pada kecepatan penyebarannya. Konten provokatif yang beredar luas dalam waktu singkat dapat memengaruhi persepsi publik dan memicu ketegangan sosial apabila tidak disikapi dengan kedewasaan.

Kapolda Kepri menegaskan bahwa negara telah mengatur secara jelas larangan penyebaran informasi bermuatan SARA. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun bagi pelanggarnya.

Meski demikian, Asep menekankan bahwa pendekatan preventif dan edukatif tetap menjadi prioritas kepolisian. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi unsur pidana.

“Keamanan dan kedamaian Kepri tidak bisa dijaga oleh aparat saja. Dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk saling mengingatkan dan memperkuat toleransi,” katanya.

Polda Kepulauan Riau berharap kesadaran kolektif masyarakat dalam bermedia digital dapat terus ditingkatkan, sehingga keberagaman yang ada di Kepri, khususnya Batam, tetap menjadi kekuatan sosial dan fondasi kehidupan bersama yang damai serta saling menghormati.

Comment