PEKANBARU, suarakepri.com – Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Wilayah Riau, Herizal, menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam upaya serius menertibkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan krusial.
Menurut Herizal, kondisi kawasan TNTN saat ini sangat memprihatinkan. Alih fungsi lahan, pembukaan kebun sawit ilegal, pembakaran hutan, serta lemahnya pengawasan telah menyebabkan kerusakan masif di kawasan yang seharusnya menjadi zona konservasi.
Bahkan, data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa lebih dari 60% kawasan TNTN telah dikuasai secara ilegal.
“Kawasan TNTN bukan hanya warisan ekologis, tetapi juga tanggung jawab moral kita bersama. Tidak bisa dibiarkan kawasan konservasi ini terus dirusak atas nama kepentingan ekonomi sesaat,” tegas Herizal, Senin (23/6/2025).
BEM SI Kerakyatan Riau menilai, bahwa penertiban yang dilakukan pemerintah melalui Satgas PKH adalah langkah penting yang harus didukung oleh semua elemen, terutama anak muda dan mahasiswa. Namun Herizal juga menekankan bahwa penertiban ini harus berjalan adil, tegas dan transparan.
“Kami mendukung penuh langkah penertiban ini, namun juga mengingatkan agar jangan hanya menyasar masyarakat kecil. Pelaku utama perusakan baik itu korporasi atau oknum pemilik modal besar harus dihadapkan pada proses hukum yang tegas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Herizal menyatakan bahwa BEM SI Kerakyatan siap terlibat dalam pengawasan partisipatif dan mengajak mahasiswa di seluruh Riau untuk turut serta mengawal proses penertiban ini.
TNTN merupakan salah satu habitatterakhir bagi gajah Sumatera dan beragam flora-fauna endemik yang kini terancam punah akibat lemahnya pengelolaan kawasan.
“Ini bukan sekadar isu lingkungan. Ini soal keadilan ekologis. Saat hutan habis, yang pertama kali terdampak adalah rakyat kecil, bukan pemilik modal,” ujar Herizal.
Melalui pernyataan ini, BEM SI Kerakyatan juga menyerukan kepada pemerintah pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta penegak hukum untuk bertindak konsisten, berani dan tidak pandang bulu dalam menyelamatkan Tesso Nilo dari kehancuran.

Comment