banner 728x250

Dinkes Lingga Gelar Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Covid-19

  • Share

Lingga, SuaraKepri.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga menggelar Pertemuan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Covid-19.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 20-22 Oktober 2021 tersebut menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Kepri, Rizal Rinaldi selaku Analis Kesehatan di Dinkes Provinsi Kepri.

banner 336x280

Sementara itu Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinkes PPKB Kabupaten Lingga, Melyanti saat ditemui di sela-sela berlangsungnya kegiatan tersebut pada Kamis (21/10) tadi di ruang serbaguna Armanda Hotel, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga mengatakan kalau saat ini posisi Lingga masih di level 2 dikarenakan ada penambahan indikator vaksinasi pada asesmen pusat.

“Seperti kita ketahui Kabupaten Lingga saat ini nol kasus, nol kematian, dan juga nol perawatan rawat inap yang seharusnya memang kalau untuk situasi covid, kita di level 1. Tetapi di asesmen pusat ada tambahan indikator, vaksinasi. Kenapa Lingga dan Tanjungpinang menjadi level 2 asesmen pusat per tanggal 19 Oktober 2021, dikarenakan ada penambahan aplikasi di asesmen yang sebelumnya vaksin tidak masuk, sekarang menjadi indikator penentu level yang artinya Kabupaten Lingga dalam penginputan pcare,” jelas Melyanti, Sabtu (23/10/21).

Selain itu, faktor sinyal yang ada di daerah tempat Puskesmas berada juga menjadi kendala juga bagi penginputan pcare saat ini.

“Kalau data di Kabupaten Lingga sudah di atas 80 persen, tetapi penginputan pcare karena Puskesmas di Kabupaten Lingga sebagian besarnya berada di daerah terpencil, kita terhalang atau kendala kita di penginputan pcare yang memang harus sinyal yang bagus,” kata Melyanti.

Terkait hal tersebut Melyanti menambahkan kalau pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar penginputan yang ada bisa sesuai dengan waktu yang ada.

“Kami dari Dinas Kesehatan akan lebih memantau ke Puskemas-Puskesmas untuk bagaimana supaya input pcare tepat waktu agar asesmen di Kabupaten Lingga akan berubah menjadi lebel 1 karena pada dasarnya kita sudah 80 persen,” kata Melyanti.

Sementara itu di tempat yang sama, Rizal Rinaldi mengatakan kalau penetapan level kabupaten/kota bisa diambil dari data yang ada sebelumnya.

“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri di bidang P2P dalam hal ini mewakil kepala bidang dan kepala dinas datang ke Kabupaten Lingga dalam rangka melaksanakan kegiatan monitoring evaluasi tentang penerapan Keputusan Menteri Kesehatan 4805 tentang Penetapan Indikator Daerah dalam Rangka Mengambil Suatu Kebijakan tentang Pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Masyarakat. Kemenkes itu mengatur bahwa setiap data yang ada bisa diambil sebagai satuan indikator penetapan level ke kabupaten/kota, sehingga dengan cepat para pemimpin wilayah dapat menentukan sikap dalam Pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Masyarakatnya,” terang Rizal Rinaldi.

Selain itu juga pelatihan yang digelar pada kegiatan tersebut bisa untuk mengetahui terkait posisi level berdasarkan pada indikator yang ada.

“Melalui pelatihan yang kita buat ini dengan penetapan indikator-indikator yang ditetapkan dalam Kepmenkes tadi, dengan cepatnya berdasarkan data dari kabupaten sendiri, kita sudah tahu pada saat ini posisi kita pada level berapa,” kata Rizal Rinaldi. 

Penulis : Febrian S.r

  • Share